
Jalan Lempake Tepian yang minim Penerangan, Rabu (13/5/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kondisi minim penerangan jalan umum dari Lampu Penerangan Jalanan Umum (LPJU) di kawasan Jalan Lempake Tepian, Samarinda, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Ruas jalan yang gelap total sepanjang satu kilometer lebih itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Permasalahan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda karena belum meratanya fasilitas penerangan di sejumlah kawasan rawan, seperti Jalan Lempake Tepian yang dikeluhkan warga akibat kondisi gelap total hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Minimnya LPJU tidak hanya memicu rasa takut terhadap potensi kriminalitas dan kecelakaan, tetapi juga menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan pendapatan dari pajak dan retribusi penerangan jalan untuk pengembangan infrastruktur penerangan itu sendiri.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim mengatakan, persoalan LPJU menjadi salah satu rekomendasi dalam pembahasan LKPJ pemerintah kota.
“Di rekomendasi LKPJ itu ada satu item yang kita sampaikan bahwa pendapatan yang didapat dari pajak retribusi LPJU, maka prioritas pemanfaatannya untuk menambah sarana LPJU,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Rohim, masih banyak titik jalan di Samarinda yang membutuhkan penerangan tambahan, termasuk di kawasan Lempake Tepian yang dikeluhkan warga karena kondisinya sangat gelap dan terdapat jembatan di ruas tersebut.
“Persoalan LPJU ini sering kali terkendala anggaran. Maka kita buat istilahnya mandatory, jadi pendapatan yang diperoleh daerah dari satu objek harus dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan objek tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep itu juga diterapkan pada sektor lain, seperti penggunaan sebagian pendapatan dari Perumdam untuk memperluas cakupan layanan air bersih.
“Kalau pendapatannya dari pajak retribusi LPJU, maka sebagian digunakan untuk memperbaiki atau menambah LPJU baru,” tegasnya.
Selain itu, Rohim juga meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah kegiatan dengan anggaran besar, agar sebagian dana dapat dialihkan ke kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
“Kegiatan yang selama ini anggarannya cukup besar itu kita minta direview ulang. Kalau misalnya dari Rp15 miliar sebenarnya bisa Rp10 miliar, nah Rp5 miliarnya dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat seperti LPJU,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Jalan Lempake Tepian, Salman Arifin mengaku, kondisi jalan yang gelap membuat warga sering merasa khawatir saat melintas malam hari.
“Kalau malam itu biasanya masyarakat takut lewat situ, takut ada tindakan kriminalitas atau apa-apa di jalan karena kondisi jalan yang cukup gelap,” katanya.
Menurutnya, kondisi gelap membuat masyarakat setempat justru memilih memacu kendaraan mereka lebih cepat, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan apabila berkendara pelan di lokasi tersebut.
“Karena gelap jadi kita bawa motor enggak pelan. Takut ada apa-apa di jalan," pungkasnya. (*Abi)