• Selasa, 12 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza, Selasa (12/5/2026), (Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kukar, untuk dapat memprioritaskan lapangan kerja tenaga lokal.

Pasalnya, data Pencari Kerja (Pencaker) di Kukar hingga saat ini mencapai sekitar 11 ribu orang, yang tersebar di seluruh kecamatan, baik itu yang belum bekerja maupun sudah bekerja tapi ingin mencari pekerjaan yang baru.
Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan, data tersebut menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah, untuk dapat memberikan kesempatan perluasan kerja bagi masyarakat Kukar.

Maka itu, pemerintah daerah memiliki program Kukar Siap Kerja yang akan mempertemukan antara pemberi kerja dan pencari kerja secara virtual.

"Kami sudah memiliki database hasil pelatihan, pencari kerja hingga perusahaan yang beroperasi di Kukar wajib lapor terhadap kesempatan lapangan pekerjaan," kata Dendy kepada Kutairaya, Selasa (12/5/2026).

Ia mengemukakan, bagi perusahaan yang wajib lapor lapangan pekerjaan nantinya memiliki akun khusus terhadap informasi tersebut, untuk disampaikan secara luas.

Hal itu telah diatur dalam perda Nomor 5/2024.

Pihak perusahaan yang telah menyampaikan informasi lapangan kerja pada aplikasi Kukar Siap Kerja, akan terhubung langsung oleh data pencari kerja atau warga yang telah dilatih sesuai lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.

Selain itu, pihak perusahaan juga wajib melaporkan kepada Distransnaker Kukar terhadap kesempatan lapangan pekerjaan.

Sehingga pemerintah daerah juga dapat membantu untuk menyebarluaskan informasi tersebut.

"Ini bagian dari strategi kami, untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu warga Tenggarong, Muhammad Ramli menuturkan, terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dinilai telah tepat.

Tapi, setiap melamar pekerjaan pihak perusahaan selalu mempertimbangkan kelengkapan fisik.

"Setiap saya melamar pekerjaan di perusahaan, sulit untuk diterima karena mengalami kekurangan fisik," ujar Ramli.

Menurutnya, kekurangan fisik ini bukan menjadi kendala, jika yang bersangkutan memiliki keseriusan dalam bekerja.

"Saya berharap, ada ruang bagi masyarakat Kukar terlebih yang mengalami kekurangan fisik," ucapnya penuh harap. (ary)



Pasang Iklan
Top