• Senin, 25 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf (tengah). (Foto: Sulastri/Kutairaya)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Embarkasi Balikpapan dinilai mulai menunjukkan standar baru dalam pelayanan keberangkatan jamaah haji yang lebih efisien, tertata, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah, khususnya kelompok lanjut usia.

Penilaian tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, usai melakukan pemantauan langsung terhadap proses pemberangkatan jamaah haji dari Balikpapan.

Ia menilai alur layanan yang diterapkan saat ini semakin ringkas tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jamaah.

“Di Embarkasi Balikpapan semuanya sudah berjalan sesuai harapan. Pemberangkatan berjalan baik, waktunya tidak bertele-tele,” ujarnya, pada hari Senin, 11 Mei 2026 di Embarkasi Haji Balikpapan.

Menurutnya, salah satu kemajuan yang paling terlihat adalah kemampuan pengelola embarkasi dalam mengatur arus layanan sehingga proses administrasi, pemeriksaan, hingga keberangkatan dapat berjalan lebih cepat dan tertib.

Di sisi lain, Menteri juga menyoroti pendekatan pelayanan humanis yang diterapkan, terutama terhadap jamaah lansia. Ia menilai perhatian khusus kepada kelompok rentan tersebut menjadi indikator penting meningkatnya kualitas layanan haji di daerah.

Pelayanan prioritas bagi jamaah lansia, mulai dari pendampingan hingga kemudahan akses layanan, disebut telah berjalan dengan baik di Embarkasi Balikpapan.

“Alhamdulillah pelayanan terhadap jamaah lansia saya minta diutamakan, dan sudah dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Meski memberikan apresiasi, ia tetap menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar kualitas layanan semakin sempurna. Menurutnya, setiap proses besar seperti penyelenggaraan haji selalu memiliki ruang perbaikan di beberapa aspek teknis.

Ia pun meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat untuk terus melakukan koreksi dan peningkatan layanan secara menyeluruh.

“Masih ada titik-titik kelemahan di sana-sini, dan saya minta kepada Pak Kanwil untuk bisa mengoreksi beberapa hal,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Embarkasi Balikpapan dinilai mulai menguat sebagai salah satu simpul penting dalam sistem penyelenggaraan haji nasional. Efisiensi waktu, peningkatan layanan berbasis kebutuhan jamaah, serta perhatian terhadap kelompok prioritas menjadi fondasi utama dalam membangun layanan haji yang lebih modern, cepat, dan manusiawi.

Ke depan, model pelayanan seperti yang diterapkan di Balikpapan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi embarkasi lain dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji di Indonesia. (Las)



Pasang Iklan
Top