.jpg)
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud.(Foto: Sulastri/Kutairaya)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas kota agar iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi terus berkembang seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Rahmad, keamanan dan kenyamanan menjadi faktor utama yang akan menarik para investor dan pelaku usaha untuk menanamkan modal di Balikpapan. Terlebih, posisi Balikpapan dinilai sangat strategis sebagai pintu gerbang utama menuju IKN.
“Percaya saja, kalau kota kita aman dan nyaman, pasti para pengusaha dan investor akan masuk ke kota kita. Dengan pertumbuhan dan pembangunan IKN, kita tahu IKN akan besar, tetapi Balikpapan akan menjadi tempat semua berlabuh,” ujarnya, pada hari Senin, 11 Mei 2026.
Ia menilai, meskipun secara administratif IKN berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), namun secara aktivitas ekonomi dan dukungan infrastruktur, Balikpapan akan memegang peran penting sebagai kota penyangga utama.
“Secara aturan memang ibu kota negara ada di PPU, tetapi secara kenyataannya IKN ada di Balikpapan,” katanya.
Rahmad menegaskan sektor kepelabuhanan menjadi salah satu potensi terbesar yang harus dimanfaatkan bersama. Apalagi Balikpapan memiliki pelabuhan internasional aktif terbesar di Kalimantan yang langsung terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.
Menurutnya, posisi tersebut menjadi keunggulan strategis yang tidak dimiliki sejumlah daerah lain di Kalimantan, karena kapal-kapal besar dapat langsung bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat.
“Pelabuhan internasional aktif di Kalimantan itu ada di Balikpapan. Kapal besar bisa langsung masuk karena berhadapan dengan ALKI II Selat Makassar,” jelasnya.
Ia menyebut sekitar 90 persen distribusi logistik nasional masih bergantung pada jalur laut. Oleh karena itu, keberadaan pelabuhan di Balikpapan menjadi aset penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan di Kalimantan, khususnya menjelang berkembangnya IKN.
“Negara kita negara kepulauan. Hampir 90 persen distribusi digerakkan lewat laut. Barang-barang masuk melalui kapal, bukan pesawat,” ujarnya.
Rahmad mengatakan peluang besar di sektor pelabuhan harus mampu dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, Pelabuhan Kariangau Terminal (KKT) maupun Pelabuhan Semayang memiliki peran strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sayang kalau peluang sebesar ini tidak bisa kita akomodir. Insyaallah kita semua akan menjadi pelaku usaha di bidang kepelabuhanan, tentu dengan kerja sama dan kekompakan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dan mengambil peluang di sektor pelabuhan dan logistik.
“Posisi kita sangat strategis. Pelabuhan kita salah satu pelabuhan internasional di Kalimantan Timur. Sayang kalau SDM kita tidak siap,” ujarnya.
Terkait pengembangan pelabuhan, Rahmad menjelaskan Pelabuhan Semayang ke depan akan difokuskan untuk melayani kapal penumpang. Sedangkan aktivitas bongkar muat barang akan dipusatkan di Pelabuhan KKT Kariangau.
Menurutnya, pembagian fungsi tersebut penting untuk menjaga estetika kota sekaligus mengurangi dampak kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.
“Pelabuhan Semayang nantinya diperuntukkan bagi kapal penumpang, sedangkan KKT untuk arus bongkar muat barang. Ini supaya tidak mengganggu tata kota dan lalu lintas,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan dukungan pelabuhan yang memadai dan posisi geografis yang strategis, Balikpapan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan seiring perkembangan IKN. (Las)