
Sekretaris IMI Kukar, Adji Ades Caritabuana.(Foto: Dok. KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kukar berharap, pembangunan sirkuit permanen road race di Kukar dapat dilanjutkan. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris IMI Kukar, Adji Ades Caritabuana, yang mengaku kecewa karena rencana pembangunan sirkuit road race berubah menjadi sirkuit grasstrack.
Menurutnya, IMI Kukar sudah memperjuangkan pembangunan sirkuit road race tersebut sejak tahun 2014. Berbagai tahapan persiapan bahkan telah dilakukan, mulai dari peninjauan lokasi, pematangan lahan, hingga pengerasan jalur lintasan.
"Kami sudah keliling sirkuit, lahannya sudah dipersiapkan, sudah ada pengerasan dan bentuk jalurnya juga sudah terlihat. Namun pada 2025 justru berubah menjadi pembangunan sirkuit grasstrack," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan, perubahan tersebut membuat pihaknya cukup kecewa, karena proses pengusulan dan pengawalan pembangunan sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Bahkan lahan yang disiapkan disebut sudah memiliki bentuk menyerupai sirkuit permanen road race.
"Kurang lebih lahannya sekitar dua hektare lebih. Saat itu sudah dilakukan land clearing, pematangan lahan, sampai pengerasan. Jadi sebenarnya sudah sangat siap," katanya.
Untuk lokasi pembangunan berada di kawasan perkantoran Dispora Kutai Kartanegara, tepatnya di belakang area PDAM. Awalnya lokasi tersebut direncanakan sebagai sirkuit road race permanen, namun belakangan berubah menjadi arena grasstrack.
"Kami tahunya tiba-tiba berubah judul menjadi pembangunan sirkuit grasstrack," tuturnya.
Ia tetap berharap, pemerintah dapat kembali menyediakan lahan untuk pembangunan sirkuit road race. Bahkan pihaknya siap mencari jalur dan prosedur agar rencana tersebut bisa diperjuangkan kembali.
"Minimal dicarikan lahan baru atau lahan yang sebelumnya bisa kami lanjutkan lagi. Nanti kami akan cari tahu prosedurnya bagaimana supaya pembangunan sirkuit road race ini bisa kembali berjalan," imbuhnya.
Ia menilai, keberadaan sirkuit road race permanen sangat penting untuk mendukung perkembangan olahraga balap motor di Kutai Kartanegara, sekaligus menjadi wadah bagi pembinaan atlet dan komunitas otomotif di daerah. (*Zar)