• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lapas Tenggarong Libatkan Warga Binaan Kelola Kebun hingga Jasa Cuci Kendaraan.(Foto: Dok Lapas Tenggarong)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus menghadirkan terobosan baru dalam program pembinaan warga binaan.

Tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam lingkungan lapas, kini Lapas Tenggarong tengah menyiapkan Sarana Edukasi dan Asimilasi (SEA) yang nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Melalui program tersebut, masyarakat akan diperlihatkan langsung berbagai aktivitas produktif yang dikelola warga binaan, mulai dari perkebunan, budidaya ikan air tawar, hingga layanan pencucian kendaraan.

Konsep ini menjadi trobosan berbeda yang dilakukan Lapas Tenggarong dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap warga binaan.

Program ini tidak hanya menjadi tempat pelatihan keterampilan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan edukasi bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, program ini dirancang sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan nyata setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Sarana edukasi ini kami bangun sebagai wujud nyata bahwa Lapas bukan lagi sekadar tempat pengurungan, melainkan pusat pengembangan sumber daya manusia," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, warga binaan dilatih untuk memiliki kemampuan di berbagai bidang produktif yang dapat menjadi peluang usaha setelah bebas nanti. Mulai dari teknik bercocok tanam, budidaya perikanan, hingga keterampilan pelayanan jasa.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa di sini ada proses transformasi. Warga binaan kami bekali dengan keahlian nyata agar saat bebas nanti mereka memiliki kepercayaan diri dan keterampilan untuk berkontribusi positif," jelasnya.

Di area SEA yang luasnya mencapai 1 hektar, pengunjung nantinya dapat melihat langsung proses penanaman sayuran hijau menggunakan teknik hortikultura di lahan terbatas.

Layanan ini diharapkan dapat menjadi bentuk keterlibatan langsung masyarakat dalam mendukung proses pembinaan.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam mendukung pembangunan Zona Integritas sekaligus memperkuat reintegrasi sosial warga binaan.

"Harapan saya SAE ini memberikan kontribusi nyata bagi Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam mewujudkan dan mendukung 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top