
Konferensi Pers usai Laga Borneo FC VS Persita.(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Borneo FC Samarinda meraih kemenangan penting usai mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (5/5/2026) malam.
Sejak peluit awal ditiupkan,
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Mariano Peralta berhasil menembus pertahanan dan mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tersebut membawa Borneo FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan semakin meningkat. Persita harus kehilangan satu pemain pada menit ke-58 setelah Rayco Rodriguez diganjar kartu merah. Keputusan tersebut diambil wasit Firdavs Norsafarov usai meninjau VAR terkait pelanggaran terhadap Kaio Nunes.
Unggul jumlah pemain, Borneo FC kian leluasa menguasai laga. Serangan demi serangan terus digencarkan hingga akhirnya gol kedua tercipta di menit ke-89 melalui Muhammad Zihran, yang memaksimalkan umpan dari Obieta.
Gol penutup itu disambut sorak sorai ribuan pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Segiri.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyebut kemenangan ini merupakan hasil dari persiapan matang timnya dalam membaca pola permainan lawan.
“Kami sudah mempelajari cara bermain mereka yang cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik. Itu yang kami antisipasi sejak awal, meski sempat terkendala di penyelesaian akhir,” ujarnya usai pertandingan.
Ia juga menegaskan, gol pembuka Peralta merupakan bagian dari skema latihan yang difokuskan untuk menghadapi pertahanan rapat.
“Melawan tim dengan blok rendah memang butuh variasi, termasuk mencoba tembakan dari luar kotak penalti,” tambahnya.
Meski unggul jumlah pemain, Lefundes mengakui situasi tersebut tidak selalu menguntungkan karena lawan justru semakin bertahan dan memperlambat tempo permainan.
Dalam laga ini, ia juga memberi kesempatan bermain kepada Habibi Jusuf yang baru pulih dari cedera panjang.
“Dia pemain penting bagi tim. Kami membutuhkannya di sisa kompetisi,” katanya.
Habibi sendiri mengaku sempat merasakan tekanan saat kembali merumput setelah absen cukup lama.
“Sempat ada rasa gugup, tapi saya bersyukur bisa kembali bermain. Semoga kami bisa terus meraih hasil positif di laga berikutnya,” ucap Jusuf Habibi.
Di sisi lain, pelatih Persita, Carlos Pena, menilai timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan di awal laga, namun kehilangan fokus menjadi penyebab kebobolan.
“Kami punya peluang di babak kedua, tapi setelah kartu merah dan cedera, kami harus bermain dengan sembilan pemain. Itu sangat menyulitkan,” ujarnya.
Pemain Persita, Zalnando, juga mengakui laga berlangsung ketat, meski timnya berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
“Pertandingan berjalan sengit, tapi situasi memang tidak berpihak kepada kami. Selamat untuk Borneo FC,” singkatnya.
Laga ini turut dipimpin wasit Firdavs Norsafarov, dibantu asisten wasit Fajar Furqon dan Dimas Tantowi Jauhari, serta VAR Aprisman Aranda.
Tambahan tiga poin membuat Borneo FC mengoleksi 72 poin, sejajar dengan Persib Bandung dan masih berada di atas Persija Jakarta. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren kemenangan menjadi lima laga beruntun serta menjaga peluang juara hingga tiga pertandingan tersisa. (*Abi)