
Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan yang berdialog dengan salah satu sekolah. (Foto: Dok. Polsek Loa Janan)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa membekas seumur hidup bagi anak-anak.
Di usia sekolah, ketika karakter sedang dibentuk, tekanan dari teman sebaya justru bisa menjadi ancaman serius. Menyadari hal ini, pendekatan baru mulai dilakukan, tidak hanya dari pihak sekolah, tetapi juga dari aparat kepolisian.
Senin (4/5/2026), langkah berbeda terlihat di Kecamatan Loa Janan. Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu, melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya pencegahan agar kekerasan dan perundungan tidak sempat berkembang di lingkungan pendidikan.
Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe mengatakan, personelnya kini diturunkan untuk kunjungi di berbagai sekolah Loa Janan untuk berkoordinasi atau komunikasi mengenai Perundungan.
Ia menekankan, perundungan tidak selalu terlihat jelas. Kadang muncul dalam bentuk ejekan, pengucilan, atau tekanan psikologis yang sulit terdeteksi jika pengawasan kurang maksimal.
"Kami mengajak para pendidik untuk lebih peka dan aktif memantau perilaku siswa. Jika ada tanda-tanda perundungan, segera ditangani sebelum menjadi lebih besar," ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (5/5/2026).
Pendekatan ini menunjukkan perubahan cara pandang. Polisi tidak lagi hanya hadir ketika masalah sudah terjadi, tetapi mulai masuk ke ruang-ruang pencegahan, termasuk sekolah. Ini menjadi sinyal bahwa keamanan bukan hanya soal jalanan, tetapi juga soal kenyamanan anak saat belajar.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua. Perilaku anak di sekolah sering kali berkaitan erat dengan kondisi di rumah. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara kedua pihak menjadi kunci untuk memahami dan membimbing anak secara menyeluruh. (*Zar)