• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lapangan Pickleball di GOR Aji Imbut, Tenggarong Seberang, yang akan dijadikan lokasi turnamen.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Klub Pickleball di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan eksisnya melalui berbagai cara. Salah satunya melalui turnamen yang akan digelar pertengahan Mei ini, mereka tidak sekedar mengadakan kompetisi, tetapi juga membangun fondasi agar cabang olahraga (Cabor) Pickleball benar-benar hidup dan berkembang di daerah.

Aji Imbut Pickle Ball, menjadi motor penggerak inisiatif ini. Bermarkas di halaman depan Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, komunitas ini awalnya hanya menjadi tempat berkumpul dan bermain santai.

Namun dalam waktu singkat, aktivitas tersebut berkembang menjadi gerakan olahraga yang mulai dikenal luas di Kukar.

Kini mereka membuat gebrakan melalui menggelar Aji Imbut Pickle Ball Tournament yang akan berlangsung pada 13 hingga 16 Mei 2026 di lapangan Pickleball Kompleks Stadion Aji Imbut.

Ketua panitia, Rita Agustina menjelaskan, turnamen ini lahir dari meningkatnya minat masyarakat terhadap Pickleball.

Dalam beberapa bulan terakhir, klub mereka sering kedatangan tamu dari berbagai daerah hanya untuk berlatih bersama atau sparing, tak hanya itu, ajang ini sekaligus menjadi panggung klub-klub di Kukar terutama yang di Tenggarong.

"Dari situ kami melihat antusiasmenya tinggi. Jadi kami berpikir, kenapa tidak sekalian dibuat turnamen agar lebih terarah," ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (5/5/2026).

Namun, turnamen ini bukan semata soal mencari pemenang. Ada tujuan yang lebih diutamakan, memperkenalkan Pickleball secara lebih luas sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas.

Silaturahmi menjadi salah satu nilai yang ingin dibangun, mengingat olahraga ini masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan kolaborasi.

Selain itu, aspek pembinaan juga menjadi perhatian. Ia membuka beberapa kategori pertandingan, mulai dari pelajar, umum, hingga usia 50 tahun ke atas.

Kategori pelajar secara khusus diarahkan sebagai ruang pembinaan atlet muda, sementara kategori terbuka disiapkan untuk pemain yang lebih kompetitif, termasuk nomor campuran profesional.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pickleball di Kukar tidak lagi sekadar tren sesaat. Dengan adanya turnamen dan sistem pembinaan yang mulai dirancang, olahraga ini perlahan mencari tempatnya di tengah masyarakat.

Di sisi lain, turnamen ini juga bisa dilihat sebagai strategi untuk menjaga eksistensi. Di tengah banyaknya cabang olahraga yang lebih dulu populer, pickleball harus punya cara sendiri agar tetap relevan. Kompetisi, komunitas yang aktif, serta ruang interaksi seperti ini menjadi kunci agar olahraga tersebut tidak hanya ramai di awal, tetapi juga bertahan dalam jangka panjang.

"Antusiasnya banyak, terakhir saya cek mungkin sudah ratusan, dan pasti harapannya, dengan adanya turnamen ini, cabor Pickleball bisa makin eksis," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top