• Minggu, 10 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Banner Pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.(Dok. Bagian Kesra Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Sopan Sopian, meminta pemerintah daerah lebih cermat dalam menetapkan sasaran program beasiswa Kukar Idaman agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga kurang mampu.

Menurut Sopan, meskipun ada informasi peningkatan jumlah penerima beasiswa dari sekitar 4.000 menjadi 7.000 orang, pemerintah diminta tetap realistis dalam menyampaikan program di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.

“Jangan sampai penyampaian kuota terlalu besar, tetapi realisasinya tidak sesuai. Kita harus bicara berdasarkan kemampuan riil anggaran agar program ini tepat sasaran,” kata Sopan saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Ia menilai dalam situasi defisit anggaran, fokus utama program beasiswa sebaiknya diarahkan kepada murid dari keluarga kurang mampu, dengan mekanisme seleksi yang jelas, sehingga bantuan pendidikan benar-benar menyentuh kelompok prioritas.

“Kalau menurut saya, beasiswa harus lebih difokuskan kepada anak-anak kurang mampu. Harus ada seleksi yang tepat supaya bantuan ini tidak salah sasaran,” katanya.

Selain itu, Sopan juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman, khususnya Fakultas Kedokteran, yang memberikan peluang beasiswa bagi pelajar Kukar dari berbagai zona wilayah untuk menempuh pendidikan kedokteran.

Program ini dinilai strategis karena tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tinggi, tetapi juga berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di wilayah Kukar, terutama daerah yang masih kekurangan layanan kesehatan.

“Itu program yang bagus karena lebih fokus. Harapannya nanti melahirkan dokter-dokter dari Kukar yang bisa kembali mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan,” tuturnya.

Sopan menambahkan, keberlanjutan program beasiswa harus tetap dijaga, meskipun kuota kemungkinan disesuaikan dengan kondisi fiskal.

Yang terpenting, lanjut dia, bantuan pendidikan tetap berjalan bagi penerima yang benar-benar layak.

“Kuota mungkin bisa berkurang karena kondisi anggaran, tetapi yang penting tepat sasaran dan tidak terputus bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menjelaskan untuk saat ini anggaran beasiswa jenjang PAUD, SD, dan SMP di Disdikbud belum tersedia dalam anggaran berjalan.

Ia mengatakan, kemungkinan penganggaran baru akan diusulkan kembali melalui APBD Perubahan setelah dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“Untuk saat ini anggarannya belum ada di Disdikbud. Nanti akan kami lihat kemungkinan dimasukkan pada anggaran perubahan,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top