
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat memotong tumpeng HUT SDN 007. Kamis, (23/4/2026).(Foto : Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : SDN 007 Samarinda Ulu merayakan hari ulang tahun ke-10, dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang melibatkan siswa, guru, hingga komite sekolah. Kamis, (23/4/2026).
Berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, meramaikan acara perayaan HUT SDN 007 mulai dari lomba pidato, membaca, seni, hingga parade budaya, serta peluncuran inovasi seperti aplikasi “SIP SDN 007” berbasis Android, lagu mars sekolah, dan buku karya kepala sekolah sebagai bagian dari penguatan karakter dan kreativitas siswa.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran pendidikan dasar, dalam membentuk masa depan anak.
“SD itu adalah pondasi. Kalau anak-anak kita punya ilmu dasar yang bagus, ke depan mereka bisa menjadi anak yang lebih baik, bisa berkarya, dan mampu menjalankan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Ia juga berharap, momentum ulang tahun ini menjadi titik dorong bagi sekolah, untuk terus berkembang.
“Dengan adanya ulang tahun ini, semoga SD 007 bisa lebih maju lagi dan terus memberikan inovasi untuk anak-anak kita,” tambahnya.
Menurutnya, pendidikan dasar tidak hanya soal akademik, tetapi juga penanaman nilai yang kuat sejak dini.
“Yang paling penting itu bagaimana ilmu dasar itu benar-benar tertanam, dalam diri anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara, Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati menjelaskan bahwa, sekolah tersebut merupakan hasil penggabungan tiga sekolah pada 2016.
“Dulunya ini tiga sekolah, kemudian di-merger menjadi SDN 007. Jadi hari ini genap 10 tahun,” jelasnya.
Perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi siswa.
“Saya ingin ini bukan sekadar perayaan, tapi ada makna. Makanya kami isi dengan lomba-lomba yang memicu kreativitas anak, baik secara akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba pidato, membaca, hingga seni dan parade budaya.
“Tujuannya melatih anak-anak untuk berani tampil, speak up, dan mengembangkan kreativitas mereka,” katanya.
Dalam momentum tersebut, sekolah juga meluncurkan sejumlah inovasi, salah satunya aplikasi berbasis Android.
“Kami launching sistem informasi pendidikan berbasis Android, namanya ‘SIP SDN 007’. Di dalamnya ada digital library dengan koleksi e-book, termasuk karya-karya kami sendiri,” pungkasnya. (*Abi)