• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



SMKN 2 Tenggarong.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah SMA dan SMK di Tenggarong sedang melakukan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.

Salah satunya, SMAN 2 Tenggarong dan SMKN 2 Tenggarong.

Namun, pelaksanaan PPDB masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah daerah.

Kepala SMKN 2 Tenggarong, Titik Aida mengatakan, pihak sekolah memperkirakan proses penerimaan murid baru akan dimulai sekitar Juni 2026, menyesuaikan jadwal tahun ajaran baru yang dimulai pada pertengahan Juli.

“Kami siap menerima siswa baru, tetapi saat ini masih menunggu juknis resmi. Biasanya pelaksanaan dimulai sekitar Juni, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada Juli,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, sosialisasi PPDB telah dilakukan kepada masyarakat dan sejumlah SMP, baik secara langsung maupun melalui media daring.

Informasi ini disebarluaskan melalui murid, komite sekolah, serta jaringan masyarakat.

Terkait persyaratan, Titik Aida menyebutkan tidak banyak perubahan dari tahun sebelumnya.

SMKN 2 Tenggarong tetap membuka beberapa jalur penerimaan, di antaranya jalur afirmasi, reguler, dan bina lingkungan.

“Untuk SMK tidak menggunakan sistem zonasi. Namun, ada jalur bina lingkungan yang mengakomodasi calon siswa dari wilayah sekitar sekolah, tetap dengan kuota dan seleksi yang ketat,” tuturnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mendaftar di SMKN 2 Tenggarong tergolong tinggi.

Setiap tahun jumlah pendaftar bisa mencapai 700 hingga 800 orang, sedangkan daya tampung sekolah terbatas.

“Kami hanya bisa menerima sekitar 50 persen dari total pendaftar. Kapasitas kelas juga dibatasi maksimal 36 siswa sesuai ketentuan,” tambahnya.

Saat ini, SMKN 2 Tenggarong memiliki 9 jurusan dengan jumlah rombongan belajar yang bervariasi, tergantung jumlah pendaftar di masing-masing kompetensi keahlian.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Tenggarong, Inna Alfiah Rochmawati, menyampaikan pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis terkait PPDB.

Ia mengemukakan, sosialisasi secara menyeluruh ke masyarakat, hingga tingkat RT, biasanya dilakukan sekitar Mei atau sebulan sebelum pelaksanaan PPDB.

“Sosialisasi akan kami lakukan secara menyeluruh setelah juknis keluar, biasanya sekitar Mei agar informasi sampai ke masyarakat secara luas,” ujarnya.

Pada tahun sebelumnya, SMAN 2 Tenggarong membuka sekitar 12 kelas dengan total daya tampung mencapai 432 murid.

Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah tidak lagi membagi jurusan secara kaku, melainkan memberikan kebebasan kepada murid untuk memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana karier.

“Siswa memilih kombinasi mata pelajaran sesuai minat, misalnya untuk bidang teknik, psikologi, atau pertambangan, sehingga lebih fleksibel dan terarah,” ujarnya.

Dengan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan di Tenggarong, baik SMK maupun SMA, dia berharap mampu terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan yang ada. (Dri)



Pasang Iklan
Top