• Senin, 20 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Konsolidasi Bawaslu Kukar ke DPC PDIP Kukar.(Foto: Dok. Bawaslu Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan konsolidasi dengan partai politik (parpol) sebagai bagian dari program kerja nasional dalam memperkuat pengawasan dan kualitas demokrasi.

Anggota Bawaslu Kukar, Fahrizal, mengemukakan, pihaknya menargetkan kunjungan ke satu partai politik setiap pekan.

Meskipun, idealnya bisa menjangkau hingga 3 partai dalam seminggu, keterbatasan waktu akibat program internal membuat jadwal tersebut disesuaikan.

“Target kita sebenarnya satu minggu satu partai. Idealnya bisa lebih, tapi karena ada agenda internal, kita sesuaikan. Itupun tergantung dari konfirmasi partai yang kita undang,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan instruksi dari Bawaslu RI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Selain partai politik sebagai mitra utama, ke depan Bawaslu juga akan menyasar elemen masyarakat lainnya, termasuk organisasi kemahasiswaan dan kelompok kepemudaan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, terutama terkait evaluasi Pemilu sebelumnya dan potensi dinamika pada pemilu mendatang.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah kemungkinan perubahan Daerah Pemilihan (Dapil), khususnya dampak keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap wilayah administrasi di Kukar.

“Misalnya, ada kemungkinan perubahan jumlah kursi dari 45 menjadi 40 karena ada kecamatan yang masuk wilayah IKN. Tapi untuk kewenangan itu ada di KPU dan pemerintah daerah, Bawaslu hanya memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan,” kata Fahrizal.

Sejauh ini, Bawaslu Kukar telah melakukan kunjungan ke 2 partai politik, yakni PDI Perjuangan sebagai peraih kursi terbanyak dan Partai Golkar.

Selanjutnya, kunjungan dijadwalkan ke Partai Gerindra pada 27 April mendatang.

Bawaslu menegaskan akan terus berupaya menjangkau seluruh partai politik, meskipun pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan dan respons masing-masing partai.

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, Rendi Solihin menyambut baik langkah konsolidasi tersebut.

Ia menilai komunikasi politik yang dibangun sejak dini sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi, khususnya menjelang tahun politik 2027.

“Sinergi ini penting agar seluruh tahapan berjalan transparan, adil, dan sesuai regulasi. Kita juga mulai membahas isu-isu strategis, seperti verifikasi partai hingga kemungkinan perubahan Dapil,” ucapnya.

Melalui silaturahmi dan koordinasi yang terus dibangun, dia berharap tercipta konsolidasi demokrasi yang kuat demi menghadirkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas di Kukar. (Dri)



Pasang Iklan
Top