
Kondisi Air Mati di Tenggarong.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga Jalan Ikip Mekarsari, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan gangguan distribusi air bersih yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
Salah seorang warga, Dwi Windiawati, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari akibat air PDAM yang hanya mengalir pada malam hari.
“Capek banget, sudah lebih dari seminggu air di rumah saya mati. Kalau pun mengalir, itu baru sekitar jam 10 malam ke atas. Padahal kami bayar tagihan tepat waktu,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Dwi, kondisi ini sangat mengganggu kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan lainnya.
Bahkan, ia terpaksa bolak-balik ke rumah mertua hanya untuk mendapatkan air bersih.
“Semua jadi susah. Mau mandi harus ke rumah mertua, pekerjaan rumah juga tertunda. Masa harus menunggu malam baru bisa pakai air,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia berharap pihak Perumda Air Tirta Mahakam Tenggarong segera memberikan solusi konkret atas permasalahan tersebut.
Menurutnya, pelanggan berhak mendapatkan pelayanan yang layak, terlebih kewajiban pembayaran telah dipenuhi.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam Kukar, Suparno, menjelaskan gangguan distribusi air disebabkan adanya perbaikan pompa di kawasan Bukit Biru.
“Ada perbaikan pompa di Bukit Biru, sehingga tekanan air ke wilayah tersebut belum maksimal. Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi kebocoran yang berdampak pada distribusi,” ujarnya.
Ia memastikan saat ini proses perbaikan tengah berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Pompa sedang dalam tahap maintenance. Insya Allah besok sudah selesai, sehingga distribusi air bisa kembali normal,” tuturnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung, sembari memastikan layanan akan segera kembali optimal setelah pekerjaan selesai. (Dri)