
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kukar, Gandi Wiliyanto.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan mulai berlangsung pada pertengahan Juni mendatang.
Tahapan awal saat ini difokuskan pada sosialisasi kepada masyarakat, dunia usaha, serta koordinasi lintas instansi guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kukar, Gandi Wiliyanto, menjelaskan seluruh tahapan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang telah ditetapkan oleh BPS pusat.
Sebagai lembaga vertikal, BPS daerah hanya menjalankan tahapan sesuai jadwal dan pedoman yang telah digariskan.
“Sekarang masih tahap persiapan, meliputi sosialisasi kepada masyarakat umum dan pelaku usaha agar mereka mengetahui adanya kegiatan sensus ekonomi ini,” ujar Gandi kepada Kutairaya.com, Kamis (16/4/2026).
Ia menerangkan, salah satu strategi utama sebelum pendataan lapangan adalah kegiatan Koordinasi, Komunikasi, dan Diplomasi (KKD), yang ditujukan khusus bagi perusahaan skala besar.
Dalam tahap ini, BPS akan melaksanakan program “Ngisi Bareng” atau pendampingan pengisian data bersama pelaku usaha besar agar pelaporan dilakukan secara maksimal.
Pendataan usaha besar akan dimulai pada minggu ketiga Juni 2026 melalui metode pengisian mandiri berbasis web.
Setiap perusahaan besar akan menerima akses untuk mengisi data secara daring, didampingi petugas BPS agar proses pengisian berjalan benar dan lengkap.
“Untuk usaha besar, mereka mengisi sendiri melalui website. Tapi agar tidak ada kekeliruan, kami lakukan pendampingan melalui program ngisi bareng,” tuturnya.
Sementara itu, sensus ekonomi secara door to door akan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dalam periode sekitar dua setengah bulan tersebut, petugas akan mendatangi rumah tangga dan unit usaha secara langsung untuk melakukan pendataan lapangan.
Data yang dihimpun dalam sensus ekonomi mencakup informasi lengkap usaha, mulai dari nama perusahaan, alamat, Nomor Induk Berusaha (NIB), status badan usaha, kegiatan usaha utama, jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, sertifikasi halal, izin BPOM, hingga keterlibatan dalam koperasi desa.
Selain itu, BPS juga akan mengumpulkan data ekonomi, seperti nilai pendapatan, pengeluaran, aset perusahaan selama tahun 2025, serta data sosial keluarga terkait kondisi perumahan dan kepemilikan aset rumah tangga.
Gandi menambahkan, hasil sensus ekonomi diperkirakan mulai dipublikasikan pada akhir 2026 setelah melalui proses pembersihan data dan verifikasi kualitas di tingkat pusat maupun daerah.
Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mendukung penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh BPS Kukar.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menyediakan data dasar perekonomian Indonesia yang akurat, mutakhir, dan komprehensif.
"Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga evaluasi berbagai program di tingkat pusat maupun daerah," ucapnya. (Dri)