
Peninjauan Jalan Rusak Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin bersama Kepala Dinas PU (Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan perbaikan jalan rusak di Jalan Robert Wolter Monginsidi, tepatnya di depan Kantor Bupati Kukar, akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Kepastian ini disampaikan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pada Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan perbaikan tetap menjadi prioritas, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini tengah dalam masa efisiensi.
"Kita meninjau langsung jalan yang setiap tahun menjadi permasalahan. Mudah-mudahan bisa segera dikerjakan, karena tadi sudah disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum bahwa ini siap dimasukkan dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) dan dipercepat realisasinya," ujarnya.
Rendi menyebutkan sejumlah titik yang dinilai krusial akan menjadi fokus penanganan, di antaranya kawasan lampu lalu lintas di depan kantor bupati, akses menuju jembatan, serta ruas jalan di sekitar fasilitas umum, seperti masjid.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk memperbaiki titik-titik prioritas tersebut agar tidak terus berulang setiap tahun.
"Kondisi keuangan Kukar saat ini memang dalam tahap efisiensi, tetapi perbaikan infrastruktur yang mendesak tetap kita upayakan semaksimal mungkin,"tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono mengemukakan, anggaran perbaikan jalan tersebut telah disiapkan sekitar Rp 4 miliar.
Ia menjelaskan, perbaikan tidak hanya sebatas penambalan jalan, tetapi juga akan mencakup pembangunan sistem drainase atau box culvert (boks saluran) untuk mengatasi permasalahan genangan air yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
"Kalau hanya ditutup biasa, anggarannya mungkin Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Karena itu, kita siapkan box culvert agar aliran air bisa langsung terbuang ke sungai,"ujarnya.
Wiyono menambahkan, tanpa penanganan sistem drainase yang baik, kerusakan jalan dipastikan akan terus berulang, terutama saat curah hujan tinggi.
"Ini yang kita benahi secara menyeluruh, supaya tidak terulang lagi ke depannya,"katanya.
Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan.
Sehingga pemerintah akan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik yang paling mendesak.
"Keinginan tentu banyak, tapi kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Yang urgen kita dahulukan,"ucapnya. (dri)