• Sabtu, 28 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pedagang ayam pedaging di Tenggarong.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harga ayam pedaging dan cabai di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan.

Pantauan media Kutairaya.com, harga ayam pedaging saat ini turun menjadi Rp 40 ribu/kg, dari sebelumnya Rp 80 ribu/kg.

Kemudian, harga cabai yang sebelumnya Rp. 200 ribu/kg, kini menjadi Rp.120 ribu/kg.

Salah seorang pelaku usaha kuliner, Muhammad Roni mengatakan, penurunan harga ini merupakan angin segar, meskipun belum stabil, seperti harga normalnya.

Kalau harga cabai biasanya hanya Rp.35-40 ribu/kg.

"Kami berharap harga kebutuhan bahan pangan terus turun," kata Roni kepada Kutairaya, Jumat (27/3/2026).

Ia mengaku dalam sehari kebutuhan cabai bisa mencapai 3 kg.

Tapi saat harga cabai ini naik, setiap harinya ia hanya mampu membeli 1-1,5 kg.

Menurutnya, kenaikan harga pangan ini membuat pedagang bingung untuk membagi uang belanja.

Dan kenaikan harga ini juga mempengaruhi terhadap cita rasa produk olahan makanan.

"Jika bahan-bahan pangan naik, kita dengan terpaksa mengurangi bahan-bahan tersebut. Dan pasti berpengaruh terhadap cita rasa," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pelaku usaha kuliner, Selviana Putri.

Ia mengemukakan, penurunan harga ayam pedaging ini membuat pedagang kuliner bisa kembali menjual olahan produk pangan, khususnya ayam.

"Jika harga ayam naik hingga Rp 80 ribu/kg, kami tak bisa membeli ayam. Karena tak bisa menjual kembali dalam bentuk olahan matang," kata Selviana.

Ia menjelaskan, harga ayam pedaging saat ini telah turun menjadi Rp 40 ribu/kg.

Ia berharap para pedagang tak memainkan harga ayam.

Sehingga pedagang kuliner bisa berjualan dan memiliki keuntungan.

Terpisah, pedagang ayam pedaging Santosa mengatakan, kenaikan harga ini dirasakan sejak menjelang lebaran.

Harga penjualan ayam pedaging atau potong ini tak bisa stabil, terkadang naik dan juga turun.

"Harga naik dan turun ini karena harga pengambilan dari kandang juga berubah-ubah, terkadang kalau di kandang mengalami banyak kematian, harga bisa naik," kata Santosa.

Ia meminta konsumen agar dapat memaklumi situasi dan kondisi penjualan ayam pedaging.

Kenaikan harga ini bukan karena keinginan pedagang.

"Kenaikan ini biasanya tak berlangsung lama, nanti pasti kembali normal lagi," ucap Santosa. (Ary)



Pasang Iklan
Top