
Prosesi Binroh di Mapolsek Anggana. (Foto: Dok. Polres Kukar)
TENGGARONG, (Kutairaya.com): Di tengah kesibukan tugas menjaga keamanan, para personel Polsek Anggana berhenti sejenak untuk mengisi batin melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binroh) Islami yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, pada Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekedar rutinitas, karena polisi tidak hanya dituntut profesional di lapangan, tapi juga kuat secara spiritual.
Dipusatkan di Mapolsek Anggana dan dipimpin langsung oleh Kanit Lantas, seluruh personel mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh keseriusan. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara berjamaah. Lantunan ayat suci menggema, menciptakan suasana tenang yang jarang ditemui di tengah ritme kerja kepolisian yang dinamis.
Memasuki sesi inti, tausiyah disampaikan oleh Iptu Ahmad Luthfi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa tugas sebagai anggota Polri bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga ladang ibadah.
"Menjadi polisi itu bukan hanya soal penegakan hukum. Ini tentang amanah. Kalau dijalankan dengan ikhlas dan penuh integritas, setiap langkah kita bernilai ibadah," ujarnya
Dari sudut pandang lain, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi para personel. Di balik seragam dan tanggung jawab besar, ada kebutuhan untuk terus memperbaiki diri.
Kapolsek Anggana, Iptu I Komang Mahendra Putra, menilai pembinaan mental seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas dan nilai-nilai spiritual.
"Kami tidak ingin anggota hanya kuat secara fisik dan profesional, tapi juga memiliki hati yang bersih. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih tulus dan jauh dari pelanggaran," ucapnya.
Ia juga menekankan, kegiatan Binroh bukan sekadar formalitas bulanan, melainkan bagian dari upaya nyata membentuk karakter polisi yang humanis dan bertakwa.
Antusias personel terlihat jelas sepanjang kegiatan. Tidak ada yang setengah-setengah. Semua mengikuti hingga selesai, menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguatan rohani memang dirasakan langsung di lapangan.
"Lewat kegiatan ini, kami ingin terus memperbaiki diri. Supaya ke depan, kami bisa hadir lebih dekat, lebih humanis, dan benar-benar menjadi pelindung masyarakat," tutupnya. (*Zar)