• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Samarinda, Muslimin. (Foto : Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Tren olahraga Padel di Kota Samarinda melonjak tajam seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, dengan fasilitas lapangan yang kini menjamur hingga hampir di setiap kecamatan.

Meski masih tergolong olahraga rekreasi dan belum menjadi cabang prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pemerintah melihat potensi besar dari sisi pembinaan dan dampak ekonomi, sekaligus mendorong agar padel tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Samarinda, Muslimin, menyampaikan, perkembangan Padel di Kota Samarinda cukup pesat, bahkan hampir setiap kecamatan telah memiliki fasilitas lapangan.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan ibu-ibu. Hampir di setiap kecamatan sudah ada lapangan padel,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, tren ini mengikuti perkembangan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Makassar yang lebih dulu mengalami lonjakan minat, terhadap olahraga tersebut.

Meski demikian, Muslimin menegaskan bahwa, saat ini Padel masih tergolong sebagai olahraga rekreasi, dan belum masuk dalam cabang olahraga prestasi di bawah KONI.

“Untuk saat ini padel masih masuk olahraga masyarakat, belum menjadi cabang olahraga prestasi. Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan bisa dipertandingkan secara resmi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perkembangan olahraga tersebut, seiring meningkatnya jumlah fasilitas dan pelaku usaha yang berinvestasi.

“Ini juga berdampak pada ekonomi. Ada tenaga kerja yang terserap, dan aktivitas usaha di sekitar lokasi ikut berkembang,” katanya.

Namun, Muslimin mengingatkan, tren Padel berpotensi bersifat musiman, seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa.

“Kita berharap di Samarinda ini tidak hanya jadi tren sesaat, tapi benar-benar menjadi gaya hidup masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Disporapar juga membuka peluang pengembangan fasilitas olahraga yang lebih terintegrasi, termasuk kemungkinan menghadirkan sarana padel dalam kawasan sport center.

“Dengan melihat antusias masyarakat, tentu ini bisa menjadi pertimbangan dalam pengembangan fasilitas olahraga ke depan,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top