• Minggu, 15 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Salah satu pedagang di pasar Mangkurawang (Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Jelang perayaan Idulfitri 2026, kebutuhan bahan pangan mengalami lonjakan harga termasuk di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Adapun bahan-bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai Rp 90 ribu/kg yang sebelumnya hanya Rp 75 ribu/kg.

Kemudian, gula pasir Rp 18 ribu/kg yang sebelumnya hanya Rp 17 ribu/kg. Daging sapi impor tembus Rp 160/kg, yang sebelumnya hanya Rp 130 ribu/kg.

Salah seorang warga Tenggarong, Rusmawati mengatakan, kenaikan harga bahan-bahan pangan ini dinilai sangat membebani konsumen.

Pasalnya, dengan kenaikan harga ini, terpaksa harus mengurangi jumlah belanjaan untuk kebutuhan rumah tangga.

"Yang seharusnya bisa membeli cabai satu kilogram dengan harga standar sekitar Rp 40 ribu. Ini hanya bisa membeli setengah kilogram," kata Rusmawati kepada Kutairaya, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, lonjakan harga bahan pangan ini sering terjadi pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Momen ini sepertinya dimanfaatkan pedagang untuk meraup keuntungan sesaat.

"Kami berharap, para pedagang tak memainkan harga sejumlah komoditas pangan, agar harga bisa stabil kembali," ujarnya.

Sementara itu pedagang sayur di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Sri Muryani mengemukakan, kenaikan harga bahan bahan pangan termasuk sayuran ini dikarenakan mengalami perubahan modal pengambilan barang.

"Modal beli bahan-bahan juga mengalami kenaikan harga. Sehingga pedagang juga ikut menaikkan harga," ujar Sri Muryani.

Ia mengaku, dalam menjual suatu barang tak mengambil keuntungan yang berlebihan, terlebih dengan memanfaatkan momen HBKN.

"Secara pribadi, ingin menjual komoditas pangan ini dengan murah. Sehingga banyak konsumen yang berminat. Tapi kenyataan di lapangan sebagian harga pangan melambung tinggi," ucapnya.

Pihaknya meminta masyarakat, agar dapat memaklumi harga sejumlah komiditas pangan yang dijual di pasaran.

Ia meyakini, pasca momen HBKN, harga bahan pangan bisa stabil kembali.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, kenaikan harga bahan-bahan pangan ini disikapi pemerintah daerah dengan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).

"Operasi pasar murah ini digelar di sejumlah titik, baik itu Taman Creatif Park, Tangga Arung Square dan lainnya," kata Sayid.

Gerakan OPM ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan Bulog Samarinda, agar dapat menjual beras dan bahan-bahan lainnya dengan harga stabil.

"Kami juga melibatkan petani, dalam melaksanakan OPM," ucapnya.

Ia menilai, kenaikan harga bahan-bahan pangan di Tenggarong terlebih pada momen HBKN sering terjadi.

Hal ini telah menjadi hukum dagang, sebab jika permintaan tinggi terhadap suatu komoditas, maka harga komoditas itu juga melambung tinggi.

"Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan panik dalam membeli suatu hal," ucapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top