Keripik peyek (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Jelang Idulfitri 2026, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tenggarong kebanjiran orderan peyek kacang.
Salah seorang pelaku UMKM asal Tenggarong, Sutrisno mengatakan, pesanan peyek kacang mulai dirasakan pekan ini.
Sejauh ini sudah ada yang pesan sekitar 30 toples besar dan 50 bungkus ukuran kecil peyek kacang.
"Pesanan peyek kacang ini sering dialami, terlebih mendekati lebaran atau natal dan tahun baru," kata Sutrisno kepada Kutairaya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menyebutkan, harga jual peyek kacang bervariatif, tergantung dari ukuran yang diminta oleh konsumen.
Ukuran bungkus kecil dimulai dari harga Rp 15 ribu, hingga Rp 200 ribu yang menggunakan toples besar.
"Pemesanan keripik peyek kacang ini dari sekitar Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Loa Kulu," tuturnya.
Ia mengaku, orderan itu berhasil raih omzet sekitar Rp 6-10 juta. Momen lebaran ini merupakan kesempatan pedagang untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Menurutnya, hidangan keripik peyek kacang ini sangat layak untuk menemani momen Idulfitri bersama keluarga.
Hal ini dibuktikan dengan tingkat pesanan peyek kacang sangat tinggi.
Dia berharap pelaku usaha lokal ini dapat dilibatkan oleh pemerintah daerah, dalam mempromosikan produk lokal maupun peningkatan kapasitas pelaku usaha.
"Kami berharap adanya pendampingan dari pemerintah daerah, baik peningkatan kompetensi, promosi produk dan lainnya," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Santy Efendi menilai produk UMKM lokal ini juga tak kalah saing dengan brand yang terkenal.
Tapi UMKM lokal masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu kemasan, izin usaha dan lainnya.
"Kami komitmen melakukan peningkatan kapasitas pelaku maupun kualitas dari produk UMKM itu sendiri," ujar Santi.
Menurutnya, saat ini generasi milenial lebih cenderung untuk mengabadikan momen.
Hal itu sebenarnya bagian dari mempromosikan produk UMKM.
Untuk itu, pelaku UMKM harus memiliki terobosan, dalam menarik perhatian konsumen.
"Pelaku UMKM harus punya inovasi dan sampaikan ke kami apa yang bisa dibantu," tuturnya.
Dia berharap pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera. (ary)