• Sabtu, 14 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi.(Foto: Dok. Google)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara mendadak heboh pada Kamis (12/3/2026) pagi.

Seorang pemuda rantau asal Semarang, KS (22), ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tempatnya bekerja.

Mirisnya, aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh masalah asmara. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengirimkan pesan terakhir berupa foto tali yang akan digunakannya untuk mengakhiri hidup kepada orang tua dan tunangannya.

Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WITA oleh rekan kerjanya. Saat itu, rekannya yang sedang mencuci kendaraan berniat masuk ke dalam kamar istirahat di tempat pencucian mobil tersebut.

Namun, saat pintu terbuka, ia langsung berteriak histeris melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan tali yang terikat.

"Saksi sangat terkejut dan langsung memanggil rekan kerja lainnya serta pemilik tempat pencucian. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian," ujar Kapolsek Sebulu, IPTU Edy Subagyo, pada Kutairaya.com, Jumat (13/3/2026).

Pihak Kepolisian yang tiba di lokasi bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, petugas menemukan tanda-tanda fisik khas gantung diri. Namun, yang paling memprihatinkan adalah motif di balik aksi tersebut yang terungkap lewat HP korban.

Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan percakapan WhatsApp yang berisi pesan pamitan.

"Sebelum melakukan aksinya, korban ternyata sempat menghubungi ibu kandung dan tunangannya. Dia bahkan mengirimkan foto tali yang sudah dilingkarkan, bersiap untuk gantung diri," katanya.

Usut punya usut, masalah asmara diduga menjadi alasan pemuda berusia 22 tahun ini nekat mengambil jalan pintas. Curhatan dan pesan-pesan terakhir di ponselnya menunjukkan adanya tekanan batin terkait hubungannya dengan sang kekasih.

Pihak keluarga korban di Blora dan Semarang, Jawa Tengah, telah dihubungi melalui video call. Meski terpukul, keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Mengingat jarak yang jauh dan kondisi jenazah, atas kesepakatan keluarga dan pemerintah desa, jasadnya tidak dipulangkan ke Jawa.

"Pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Jenazah korban akan diurus proses pemulasarannya dan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top