• Jum'at, 13 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bankaltim Kaltara (Bankaltimtara) optimistis proses pencairan kredit Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dapat diselesaikan sebelum masa libur Lebaran 2026.

Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin mengatakan, proses kredit saat ini telah memasuki tahap legalisasi administrasi setelah sebelumnya melalui tahapan analisis dan pengambilan keputusan.

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah masuk tahap administrasi. Dalam satu sampai dua hari ke depan kita lanjutkan dengan tahap realisasi, karena seluruh persyaratan pencairan juga sudah terpenuhi,” ujarnya usai penandatanganan akad kredit di Kantor Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Jumat (13/3/2026).

Menurut Yamin, proses pencairan dapat dilakukan dengan cepat karena sistem administrasi keuangan di bank maupun di pemerintah daerah sudah menggunakan aplikasi digital.

“Sekarang semua sudah menggunakan aplikasi, baik di BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) maupun di bank. Jadi prosesnya tidak manual lagi,” katanya.

Ia mengemukakan, pihaknya mendapat informasi sekitar 2.000 dokumen Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) telah disiapkan oleh Pemkab Kukar untuk pembayaran kepada pihak ketiga.

Meskipun jumlahnya cukup banyak, Yamin mengatakan, proses ini tetap dapat diselesaikan dengan cepat karena pengalaman serupa juga sering terjadi pada akhir tahun anggaran.

“Kalau di akhir tahun, kita bahkan bisa memproses 3.000 sampai 4.000 SP2D, jadi saya kira ini masih bisa kita tangani,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memastikan pemerintah daerah mampu mempercepat proses pencairan pembayaran tersebut.

“Kita bisa memproses sekitar 1.500 SP2D per hari, jadi kemungkinan dalam dua hari sudah selesai. Mudah-mudahan Senin dan Selasa sudah tuntas sebelum libur,” ujar Aulia.

Dengan percepatan ini, dia berharap pembayaran kepada pihak ketiga dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar jelang Hari Raya Idulfitri. (Dri)



Pasang Iklan
Top