
Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Jum
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menerima audiensi perwakilan PT. Anugrah Tirta Indonesia di Balai Kota Samarinda, untuk membahas pemaparan berbagai teknologi yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur pengelolaan air di daerah, Jum
Teknologi pengelolaan air yang dipaparkan dalam audiensi tersebut, mencakup berbagai sistem dan infrastruktur yang digunakan untuk mengatur, menyalurkan, menyimpan, hingga mengolah air secara lebih efisien. Perangkat seperti pintu air, pipa berteknologi HDPE (High Density Polyethylene), reservoir, serta sistem water treatment dirancang untuk mendukung pengendalian banjir, distribusi air bersih, dan pengelolaan sumber daya air perkotaan agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Saefuddin Zuhri menjelaskan bahwa, pertemuan tersebut masih sebatas penyampaian informasi dan pemaparan produk, dari pihak perusahaan kepada Pemerintah Kota Samarinda.
“Ini masih tahap audiensi saja, mereka menyampaikan produk-produk yang berkaitan dengan pengelolaan air, seperti untuk pintu air, pipa air, reservoir, dan infrastruktur pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi yang dipaparkan tersebut secara umum berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur pengelolaan air, termasuk sistem water treatment maupun fasilitas pengendalian air lainnya.
Namun demikian, Saefuddin menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan teknis terkait rencana implementasi produk tersebut, dalam proyek tertentu di Kota Samarinda. Pemerintah kota masih sebatas menerima paparan dan mempelajari teknologi yang ditawarkan.
“Memang ada beberapa teknologi yang cocok dengan water treatment di Kota Samarinda, namun untuk saat ini belum ada pembahasan selanjutnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, berbagai teknologi pengelolaan air memang menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan infrastruktur kota, terutama yang berkaitan dengan pengendalian banjir serta pengelolaan sumber daya air.
Karena itu, pemerintah kota terbuka terhadap berbagai masukan maupun inovasi teknologi, dari pihak swasta yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Meski demikian, Saefuddin menegaskan bahwa setiap usulan teknologi maupun kerja sama nantinya, tetap harus melalui proses kajian dan perencanaan yang matang sebelum dapat direalisasikan.
“Jika nanti ada pembahasan lanjutan pasti akan ada pertemuan selanjutnya,” tandasnya. (*Abi)