• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet Perbakin Kukar.(Foto: Dok. Perbakin Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Dengan kondisi keuangan yang terbatas saat ini, Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memaksimalkan anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Kukar untuk memenuhi kebutuhan peralatan tanding menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.

Langkah tersebut dibahas melalui kegiatan ekspos cabang olahraga (cabor) yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar pada 21 Februari lalu.

Dalam kegiatan itu, masing-masing cabor menyampaikan kebutuhan peralatan yang akan digunakan untuk menghadapi Porprov mendatang.

Sekretaris Perbakin Kukar, Aji Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan secara rinci daftar kebutuhan peralatan kepada tim teknis pengadaan barang dan jasa melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.

"Pada ekspos pertama di KONI tanggal 21 Februari kemarin, kami sudah menyampaikan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk persiapan Porprov Kaltim 2026," ujarnya pada Kutairaya.com, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses pengadaan tersebut setiap cabor diminta memberikan keterangan lengkap terkait jenis barang, spesifikasi, hingga lokasi pembelian.

Hal itu dilakukan agar tim teknis pengadaan dapat menentukan mekanisme pengadaan yang tepat melalui sistem lelang maupun pembelian langsung.

"Semua cabor diminta menyampaikan nama peralatan, jenis barang, sampai di mana bisa mendapatkannya. Jadi nanti tim teknis pengadaan barang dan jasa yang menghimpun dan menyesuaikan dengan mekanisme pengadaan," ungkapnya.

Dari Perbakin Kukar sendiri, anggaran yang diajukan untuk pengadaan peralatan tanding berkisar Rp75 juta. Angka tersebut meningkat dibandingkan saat Porprov sebelumnya pada 2022 yang hanya sekitar Rp50 juta.

"Kalau dari Perbakin kemarin kita mengajukan sekitar Rp75 juta. Memang berbeda-beda tiap cabor, tapi tahun ini kita semua sedang dalam kondisi efisiensi, jadi tidak bisa terlalu banyak. Namun dibandingkan Porprov 2022, sekarang masih lebih baik," paparnya.

Menurutnya, dana tersebut mencakup berbagai kebutuhan penting, termasuk peralatan dan perlengkapan menembak.

"Kalau bicara kebutuhan sebenarnya tentu masih kurang, karena peralatan menembak itu cukup mahal. Tapi kita maksimalkan dengan alat yang sudah kita miliki sebelumnya," katanya.

Ia juga menambahkan, dalam caborr menembak, sebagian atlet terutama yang sudah senior biasanya memiliki perlengkapan pribadi, termasuk senjata yang digunakan saat latihan maupun pertandingan.

"Di menembak ini agak berbeda dengan cabor lain. Banyak atlet yang memang penghobi dan sudah punya unit atau senjata sendiri, terutama di nomor tembak reaksi. Jadi untuk atlet senior biasanya mereka menggunakan peralatan milik pribadi,jadi kita juga memanfaatkan barang yang ada," pungkasnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top