• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



SPPG Sukarame Tenggarong.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai sekitar 74 unit.

Pembangunan tersebut tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar, terlebih di kawasan Terpencil, Terluar dan Terjauh (3T).

Pembangunan SPPG di Kukar menjadi tantangan, mengingat Kukar memiliki letak geografis yang sangat luas.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar yang juga Koordinator SPPG, H Sunggono mengatakan, target pembangunan SPPG di Kukar sekitar 174 unit.

"Ada 74 SPPG yang sudah dibangun, tapi yang sudah beroperasi sekitar 27 unit SPPG," kata Sunggono kepada Kutairaya, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, membangun SPPG ini tak serta merta bisa dilakukan.

Pembangunan SPPG harus terverifikasi oleh tim Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari layak operasi hingga penerima manfaatnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Daerah juga terus berupaya untuk melakukan pemenuhan kebutuhan pangan pada SPPG di Kukar.

"Kami bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) terus memperkuat bahan baku pangan, yang dibutuhkan oleh SPPG, seperti beras, sayur hingga buah," tuturnya.

Pada 2026 ini, Pemkab Kukar akan membangun kandang ayam petelur.

Ada sekitar 37 kandang ayam petelur yang akan dibangun di seluruh kecamatan.

Pembangunan kandang ini bertujuan untuk menghasilkan telur berkualitas yang rencananya dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terpisah, Ketua DPD Gerindra Kukar, Alif Turiadi menyebutkan, MBG ini merupakan program pemerintah pusat.

Sehingga pelaksanaan MBG harus merata terlebih di Kabupaten Kukar.

"Pelaksanaan MBG di Kukar saat ini telah berjalan dengan baik. Kita juga mendorong percepatan pembangunan SPPG di Kukar, agar program ini bisa dirasakan oleh anak-anak kita," ujar Alif.

Sementara itu Kepala SPPG Sukarame, Ninda Dwi Fitriani menjelaskan, di SPPG ini ada sekitar 11 sekolah yang menerima program MBG, di antaranya SDN 008, SDN 019, SMP YPK, SMK YPK dan MTS 1 Negeri Kukar.

"Dari 11 sekolah itu, ada sekitar 3.200 porsi yang didistribusikan setiap harinya," jelas Ninda.

Pendistribusian MBG ini telah dipastikan standar gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak. (Ary)



Pasang Iklan
Top