• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt. Kepala Disperkim Kukar M. Aidil.(Foto : Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kondisi jalan lingkungan di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Dari total panjang 2.400,032 meter jalan lingkungan yang terdata, sebanyak 47,12 persen di antaranya masih dalam kondisi tidak mantap dan membutuhkan peningkatan kualitas.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kukar, M. Aidil mengemukakan, saat ini jalan dengan kondisi mantap atau beraspal baru mencapai 52,88 persen, dengan total luas penanganan sekitar 9.114 meter persegi.

“Masih ada sejumlah ruas jalan yang belum mantap, terutama akses menuju kawasan permukiman dan fasilitas pendidikan. Ini menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurut Aidil, berdasarkan data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), ada 18 usulan kegiatan untuk tahun anggaran 2027.

Seluruhnya berasal dari aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan.

Sebagian besar usulan tersebut berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan akses menuju sekolah serta kawasan permukiman padat.

Perbaikan ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas warga, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami akan berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan pihak sekolah. Harapannya, akses jalan yang lebih baik dapat menunjang kenyamanan siswa dan tenaga pendidik, sehingga tidak ada lagi kendala karena faktor infrastruktur,” tuturnya.

Ia menambahkan, peningkatan jalan lingkungan bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu Lurah Loa Tebu, Rahimudin, berharap program perbaikan jalan dapat terealisasi secara merata, khususnya di wilayah Tenggarong.

Menurutnya, jalan lingkungan yang layak akan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat.

“Kalau infrastruktur jalan mendukung, aktivitas warga jadi lancar, distribusi barang lebih mudah, dan ekonomi perlahan akan bangkit. Harapan kami, program ini benar-benar menyasar kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top