
Kepala Disporapar Kota Samarinda, H. Muslimin.(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Samarinda, H. Muslimin menegaskan, stadion dan sarana pendukung telah disurvei langsung oleh tim federasi, termasuk kawasan Palaran, dan secara umum dinilai memenuhi standar sebagai Tuan Rumah ASEAN Football Federation Cup (AFF Cup). Namun, status resmi tuan rumah tetap bergantung pada verifikasi akhir dan pembahasan lanjutan dengan pemerintah daerah.
AFF atau ASEAN Football Federation sendiri merupakan organisasi sepak bola kawasan Asia Tenggara, yang berdiri pada 1984 dan beranggotakan federasi sepak bola dari negara-negara ASEAN. Lembaga ini berada di bawah naungan Asian Football Confederation, dan secara rutin menyelenggarakan berbagai turnamen regional, termasuk ajang kelompok umur hingga level senior, yang menjadi salah satu panggung kompetisi paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.
Kota Samarinda sendiri walaupun berpeluang menjadi tuan rumah, penunjukan resmi masih bergantung pada hasil evaluasi teknis dan keputusan federasi. Kesiapan infrastruktur, standar kelayakan stadion, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penentu yang harus dipastikan sebelum status tuan rumah ditetapkan. Tanpa kepastian tersebut, peluang yang ada masih bersifat dinamis dan menunggu hasil verifikasi akhir dari pihak penyelenggara.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kadisporapar Kota Samarinda, H. Muslimin, menyusul kabar yang ramai beredar bahwa Samarinda berpeluang menjadi lokasi pertandingan turnamen sepak bola kelompok umur tersebut.
“Pada prinsipnya kita siap. Fasilitas kita siap saja. Apalagi sudah disurvei, tinggal melihat hasil surveinya,” ujar Muslimin.
Ia mengungkapkan bahwa, beberapa waktu lalu dirinya sempat berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( Sekjen PSSI), terkait persiapan turnamen tersebut.
Selain itu, tim dari PSSI juga telah turun langsung melakukan survei lapangan untuk menilai kesiapan stadion, dan fasilitas pendukung di Samarinda.
“Mereka sudah melihat langsung bagaimana kesiapan kita. Tentu ada beberapa catatan teknis yang menjadi bahan pertimbangan,” katanya.
Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan PSSI, termasuk pembahasan teknis lanjutan dengan Wali Kota Samarinda apabila kota ini benar-benar ditetapkan sebagai tuan rumah.
Terkait venue, ia juga menyebutkan bahwa GOR Segiri di Samarinda telah masuk dalam survei, termasuk Kawasan GOR Palaran. Namun, hasil evaluasi kelayakan masih menunggu keputusan resmi dari PSSI.
“Kita belum tahu hasil surveinya apakah semua stadion ini layak atau bagaimana. Tapi secara standar, stadion kita sudah sering dipakai untuk liga, jadi secara umum memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Selain Samarinda, Kota Balikpapan juga disebut-sebut masuk dalam opsi lokasi penyelenggaraan.
Ia berharap PSSI segera melakukan komunikasi lanjutan dengan Pemerintah Kota Samarinda, untuk memastikan kepastian status tuan rumah.
“Kita tentu sangat bersyukur jika ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah kegiatan internasional seperti ini. Tapi tentu ada hal-hal yang harus dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya. (*Abi)