
Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor.(Foto : Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai mengarahkan strategi investasi ke sektor yang lebih berkelanjutan.
Setelah mencatat realisasi investasi tahun 2025 melampaui target, kini Pemkab Kukar memprioritaskan sektor non-ekstraktif sebagai fokus utama tahun 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, menyampaikan target investasi tahun 2025 sebesar Rp 11 triliun lebih berhasil terlampaui dengan realisasi di atas Rp 12 triliun.
Capaian tersebut mencakup seluruh sektor, baik primer, sekunder, maupun tersier.
“Secara kabupaten target kita terlampaui. Walaupun dibanding 2024 ada penurunan secara angka total, tapi kinerja daerah tetap sesuai target yang ditetapkan,” tuturnya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Alfian, mulai 2026 indikator kinerja utama DPMPTSP tidak lagi menitikberatkan pada investasi secara global, melainkan difokuskan pada investasi non-ekstraktif.
Artinya, pemerintah daerah akan mendorong tumbuhnya industri pengolahan dan sektor berbasis nilai tambah dari sumber daya alam yang tersedia.
Ia mencontohkan potensi hilirisasi kelapa sawit yang selama ini belum maksimal.
Dengan luas lahan sawit di Kukar, keberadaan industri refinery atau pabrik pengolahan dinilai penting agar nilai ekonomi tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah.
Selain itu, sektor UMKM juga menjadi perhatian serius.
Dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai puluhan ribu, pemerintah akan melakukan pendataan serta pembinaan agar UMKM dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem investasi non-ekstraktif.
Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan penguatan ekonomi daerah merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan daerah secara menyeluruh.
Ia menyebutkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan ketahanan sosial sebagai fondasi utama daerah yang kuat.
Menurutnya, daerah tidak boleh selamanya bergantung pada dana transfer pusat.
Pendapatan asli daerah (PAD) harus ditingkatkan melalui inovasi dan optimalisasi potensi yang dimiliki.
“Kita harus mampu menciptakan sumber pendapatan dari daerah sendiri. Jangan hanya mengandalkan transfer, tetapi gali potensi besar yang bisa menghasilkan revenue signifikan,” tuturnya.
Bupati juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Digitalisasi sistem pelayanan dan perizinan dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan iklim investasi yang sehat serta mencegah praktik korupsi di lingkungan birokrasi.
Terpisah, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani turut menyampaikan peluang investasi di Kukar masih terbuka lebar.
Selain sektor industri pengolahan, pengembangan ketahanan pangan dan pembangunan pabrik berbasis sumber daya lokal memiliki peluang investasi yang besar.
"Sektor tersebut diyakini mampu memperkuat ekonomi daerah dalam jangka panjang," ucapnya. (Dri)