• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pengukuh Dewan Pengurus Kabupaten APRI Kukar Periode 2026-2031.(Foto: Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Aula Serbaguna Dispora Kukar, Rabu (11/2/2026).

Pengukuhan ini menjadi langkah awal penguatan organisasi pemancingan sebagai bagian dari olahraga rekreasi masyarakat sekaligus penggerak pelestarian lingkungan perairan.

Ketua DP APRI Kalimantan Timur (Kaltim), Hamdan Hasan mengatakan, pembentukan kepengurusan di Kukar melengkapi struktur organisasi APRI di sejumlah daerah di Kaltim.

Sebelumnya, deklarasi dan pembentukan kepengurusan telah dilakukan di beberapa kabupaten/kota setelah pengurus provinsi dideklarasikan di Bontang.

“Kukar memiliki potensi luar biasa, baik sungai, danau maupun rawa. Ini menjadi modal besar untuk pengembangan turnamen dan kegiatan pemancingan yang terstruktur,” ujarnya.

Menurut Hamdan, APRI berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan terhubung dengan organisasi internasional, sehingga tata kelola dan aturan pertandingan mengacu pada standar yang berlaku secara global.

Ia membuka peluang Kukar menjadi tuan rumah turnamen berskala nasional hingga internasional apabila dikelola secara profesional.

Selain kompetisi, Hamdan menegaskan pentingnya peran APRI dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan.

Ia mencontohkan pembentukan satuan tugas berbasis komunitas di daerah lain untuk membantu pengawasan praktik penangkapan ikan ilegal, seperti penggunaan racun dan setrum.

“Komunitas bisa menjadi mitra pemerintah dalam pengawasan. Minimal melaporkan jika ada pelanggaran di lapangan,” tuturnya.

Ketua DPK APRI Kukar, H. Rizalli, menyampaikan organisasinya tidak hanya berfokus pada lomba memancing, tetapi juga pembinaan komunitas, edukasi, serta konservasi lingkungan perairan.

“APRI adalah wadah bersama, bukan sekadar hobi. Kita ingin memancing tetap lestari, spot-spot unggulan tetap terjaga, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir, terutama dalam pengembangan kawasan memancing sebagai destinasi sport tourism.

Dengan potensi perairan yang luas, Kukar dinilai mampu menjadi salah satu pusat kegiatan pemancingan di Kaltim.

Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengingatkan kepengurusan APRI memikul tanggung jawab moral untuk menjaga ekosistem perairan.

Ia mengajak seluruh anggota aktif mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak.

“Jangan hanya bangga sebagai pengurus atau komunitas, tapi jalankan tugas menjaga lingkungan. Perpancingan ini harus memberi manfaat luas, bukan merusak,” ujarnya.

Dengan pengukuhan ini, APRI Kukar diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah dan komunitas dalam mengembangkan olahraga memancing yang profesional, berdaya saing, serta tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. (Dri)



Pasang Iklan
Top