• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret pertandingan basket SMA Tiga VS SMA 2 Kota Samarinda. Selasa (10/2/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Tim basket putri Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN/SMAGA) Samarinda mengawali perjalanan mereka, di ajang Honda Developmental Basketball League (DBL) with Kopi Good Day 2025–2026, East Kalimantan dengan hasil impresif. Menghadapi rival sekota, SMAN 2 (SMADA) Samarinda, SMAN 3 tampil dominan dan menutup laga derby dengan kemenangan mutlak 33–0 di GOR Segiri Samarinda, Selasa (10/2/2026).

Laga derby ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim kuat basket putri Samarinda, yang memiliki rivalitas panjang di ajang Honda DBL. Pertemuan SMAN 3 dan SMAN 2 tidak hanya soal perebutan kemenangan, tetapi juga pembuktian konsistensi performa, mengingat keduanya sempat bertemu di partai puncak DBL musim sebelumnya. Tekanan pertandingan perdana dan ekspektasi publik pun, menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim.

Sejak awal pertandingan, SMAGA Samarinda langsung menunjukkan intensitas tinggi. Pada kuarter pertama, mereka tampil agresif dalam menyerang sekaligus solid dalam bertahan, hingga berhasil unggul 7–1 atas SMADA.

Memasuki kuarter kedua, dominasi dari SMAGA semakin sulit dibendung. Serangan demi serangan, sukses menambah keunggulan hingga skor paruh pertama menjadi 15–1.

Sebaliknya, SMADA Samarinda masih kesulitan menembus pertahanan rapat lawan, dengan sejumlah peluang tembakan yang gagal berbuah angka.

SMADA Samarinda mencoba memperbaiki permainan pada kuarter ketiga. Meski ada upaya untuk mengejar ketertinggalan, SMAGA tetap mampu mengontrol tempo dan kembali menambah poin. Skor sementara pun berubah menjadi 23–6. Atmosfer pertandingan kian hidup dengan dukungan dari para suporter kedua sekolah, yang memenuhi tribun GOR Segiri.

Pada kuarter penutup, SMAGA Samarinda tampil tanpa kompromi. Mereka memastikan kemenangan telak dengan menutup laga pada skor akhir 33–0, sekaligus mengirim sinyal kuat sebagai salah satu tim unggulan di kompetisi musim ini.

Pelatih SMAN 3 Samarinda, Sandi, menyebutkan bahwa pertandingan tersebut sebagai laga derby dengan tekanan tinggi, terutama dari atmosfer suporter.

“Ini derby Samarinda antara SMAGA dan SMADA. Kami sudah sering bertemu, jadi tekanannya terasa. Tapi justru itu yang membuat pertandingan ini menjadi seru, apalagi ini laga perdana kami,” ujar Sandi usai pertandingan.

Ia menilai, dukungan suporter menjadi elemen penting dalam ajang DBL kali ini, dan dapat memengaruhi performa pemain di lapangan.

“DBL itu dikenal dengan suporternya yang luar biasa. Tekanan bisa jadi semangat, tapi juga bisa bikin gugup. Kami tanamkan ke anak-anak bahwa semua teriakan itu adalah bentuk dukungan,” jelasnya.

Ia mengakui, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, namun secara keseluruhan ia puas dengan penampilan anak asuhnya, di laga pembuka.

“Sedikit kendala pasti ada, itu wajar di game pertama. Tapi syukurnya anak-anak bisa mengubah tekanan, menjadi energi positif,” tutupnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top