
Tabung Gas LPG 3 Kilogram di Agen PT Nararya Tenggarong.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kelangkaan tabung LPG 3 kilogram dikeluhkan warga Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Keterbatasan pasokan gas melon di wilayah tersebut membuat harga jual di tingkat pengecer melonjak tajam, bahkan menembus angka Rp 50.000 per tabung.
Salah seorang warga, Siti mengatakan, gas LPG bersubsidi kini semakin sulit diperoleh, khususnya di desa-desa yang berada di kawasan perairan.
Selain keterbatasan stok, jarak dan biaya transportasi menuju pangkalan resmi menjadi kendala utama.
“Untuk ke pangkalan harus naik ketinting, ongkosnya sudah mahal. Sampai di sana, kadang gasnya sudah habis,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Kondisi geografis Muara Muntai yang didominasi sungai dan danau membuat distribusi LPG tidak semudah wilayah daratan.
Hal ini diperparah dengan peningkatan kebutuhan masyarakat serta dugaan penyaluran yang belum sepenuhnya tepat sasaran.
Pemerintah sendiri telah memberlakukan sistem pendataan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk pembelian LPG 3 kg di pangkalan resmi.
Namun dalam praktiknya, akses ke pangkalan masih menjadi persoalan bagi warga di daerah terpencil.
Menanggapi isu kelangkaan tersebut, Direktur Utama PT Nararya Tenggarong, Windi Novri Ananta, menegaskan penyaluran LPG 3 kg untuk agen yang berada di bawah naungan perusahaannya berjalan normal.
“Untuk agen kami tidak ada kendala. Penyaluran sesuai alokasi dari Pertamina dan tidak ada keterlambatan pengambilan,” kata Windi.
Ia menduga persoalan kelangkaan lebih banyak terjadi di tingkat pangkalan atau dipengaruhi faktor distribusi tertentu.
Menurutnya, gangguan akses seperti penutupan jembatan menuju lokasi pengisian LPG beberapa waktu lalu kemungkinan berdampak pada pasokan di wilayah tertentu.
“Kalau dari kami, tidak ada LO yang tertahan. Semua diambil sesuai jadwal,” katanya.
Jelang bulan suci Ramadan, PT Nararya Tenggarong juga bersiap menghadapi peningkatan konsumsi gas oleh masyarakat.
Untuk LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg, stok dipastikan aman.
Sementara LPG 3 kg tetap disalurkan sesuai kuota dari Pertamina.
“Biasanya di awal Ramadan ada tambahan alokasi. Kita berharap tahun ini juga ada tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Saat ini alokasi LPG 3 kg untuk PT Nararya Tenggarong rata-rata mencapai sekitar 2.000 tabung per hari, dengan kemungkinan tambahan sekitar 560 tabung pada momen tertentu. (Dri)