• Rabu, 17 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota DPRD Kaltim H Salehuddin. (Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu penerima Bantuan Keuangan (Bankeu) terendah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kaltim, H. Salehuddin kepada Kutairaya, belum lama ini.

Ia mengatakan, rendahnya penerimaan Bankeu ke Kukar diduga karena minimnya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan Pemprov Kaltim.

"Bankeu yang diterima ini sangat kecil dari kabupaten/kota lainnya hanya di bawah Rp 100 milliar," katanya.

Ia menjelaskan, Bankeu yang diberikan ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltim, termasuk Kukar ini, sebagian besar fokus pada penanganan infrastruktur jalan.

Bankeu ini bertujuan untuk mendukung sejumlah program pemerintah daerah,

"Salah satu contohnya Bankeu di 2026 ini adalah mendukung peningkatan jalan di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun dan lainnya," ujarnya.

Dia berharap Pemkab Kukar, Anggota DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim bisa bersinergi dengan baik.

Sebab pembangunan Kaltim ini, termasuk Kukar, hanya untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D)Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Saiful Bahri menjelaskan, Pemkab Kukar terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, untuk meningkatkan pembangunan daerah melalui Bankeu.

Pada 2026 ini, Bankeu yang diterima Kukar mencapai sekitar Rp 50 milliar.

Bankeu itu fokus pada peningkatan infrastruktur jalan, termasuk di Kecamatan Muara Badak.

"Penerimaan Bankeu di tahun ini (2026) lebih tinggi sekitar Rp 50 milliar dari tahun lalu yang hanya sekitar Rp 30 milliar," tutur Saiful.

Dia berharap seluruh program Pemkab Kukar bisa berjalan dengan baik, termasuk dukungan Bankeu dari Pemprov Kaltim. (ary)



Pasang Iklan
Top