• Rabu, 17 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, Jumat (30/1/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Iswandi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), dalam membangun Patung Bung Karno yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau (RTH), di kawasan Sanga-Sanga.

Menurutnya, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan monumen, tetapi membuka ruang baru bagi edukasi sejarah, penguatan nasionalisme, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎Selama ini, kawasan Sanga-Sanga lebih dikenal sebagai wilayah bersejarah, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai ruang publik yang hidup dan produktif. Minimnya integrasi antara nilai sejarah, ruang terbuka hijau, dan aktivitas ekonomi masyarakat membuat potensi kawasan tersebut belum memberi dampak optimal, bagi edukasi publik maupun peningkatan kesejahteraan warga sekitar.

‎Iswandi menyebutkan, proyek yang dibangun selama kurang lebih dua tahun itu, mendapat dukungan dari PSS Pertamina Hulu Mahakam Sanga-Sanga, mengingat lokasi pembangunan berada di atas lahan milik perusahaan tersebut.

‎“Ini patut kita apresiasi. Lahannya milik Pertamina, dibangun sekitar dua tahun, dan sekarang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

‎Ia berharap, kedepan kawasan Patung Bung Karno tersebut terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari Museum Bung Karno, ruang edukasi sejarah, hingga sarana rekreasi yang ramah bagi generasi muda.

‎“Harapannya nanti tidak berhenti di patung saja. Bisa dikembangkan ada museum Bung Karno, ada ruang edukasi, dan fasilitas lain yang membuat generasi muda lebih mudah mengenal sejarah, khususnya Bung Karno, dengan cara yang lebih santai dan kekinian,” tuturnya.

‎Selain fungsi edukasi, kawasan tersebut juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi kecil dan mikro, sehingga kehadirannya mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

‎“Nanti di situ juga disiapkan fasilitas penunjang, termasuk ruang untuk UMKM. Jadi tidak hanya bicara sejarah, tapi juga ekonomi rakyat bisa ikut tumbuh,” tambahnya.

‎Terkait pemilihan lokasi dan waktu peresmian, Iswandi menilai keputusan tersebut memiliki nilai historis yang kuat. Ia mengingatkan bahwa 27 Januari merupakan tanggal penting bagi Sanga-Sanga, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan peristiwa sejarah besar dan telah ditetapkan sebagai kota sejarah.

‎“Kita tahu 27 Januari itu ada peristiwa besar di Sanga-Sanga. Karena itu Sanga-Sanga ditetapkan sebagai kota sejarah. Jadi sangat cocok kalau Patung Bung Karno dibangun di sana,” katanya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa, sebelum pembangunan dilakukan, Pemkab Kukar telah melakukan konsultasi dan musyawarah dengan keluarga almarhum Bung Karno. Pada peresmian kemarin, keluarga Bung Karno diwakili oleh Jarot Saiful Hidayat.

‎Lebih jauh, ia menekankan bahwa Patung Bung Karno seharusnya tidak dilihat semata-mata sebagai sebuah monumen fisik.

‎“Patung itu kan hanya simbol. Yang paling penting justru apa aktivitas dan nilai yang ada di kawasan itu,” tegasnya.

‎Menurutnya, keberadaan simbol tersebut justru bisa menjadi pintu masuk bagi generasi muda, khususnya generasi Z, untuk mengenal sejarah bangsa.

"Kalau dikaitkan dengan gen Z, ya mereka kan suka selfie. Datang dulu, foto dulu. Tapi dari situ, yang awalnya mungkin tidak tahu sejarah, jadi penasaran. Masa enggak tahu Bung Karno?," bebernya.

‎Ia menambahkan, dengan adanya diorama, miniatur sejarah, perpustakaan, dan berbagai fasilitas edukatif lainnya, nilai-nilai sejarah dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik.

‎“Dari situ pelan-pelan jiwa nasionalisme tumbuh. Kebanggaan terhadap Bung Karno sebagai Bapak Proklamator dan Bapak Bangsa bisa ditularkan, bukan cuma ke dirinya sendiri tapi ke teman-temannya juga,” tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top