• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penampilan dari Sanggar Tari Putri Tanjung.(Foto: Dok. Putri Tanjung)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, memiliki sebuah wadah kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang seni tari, melalui Sanggar Tari Putri Tanjung.

Pembina Sanggar Tari Putri Tanjung, Indah Tamara menjelaskan, sanggar ini lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang memiliki minat menari namun belum memiliki tempat untuk berkembang.

"Awalnya itu tidak ada rencana membuka sanggar. Saya hanya mengumpulkan anak-anak yang mau menari, lalu saya buatkan wadah supaya mereka bisa belajar bersama," ujar Indah pada Kutairaya.com saat dihubungi, Rabu(28/1/2026).

Ia menjelaskan, dirinya bukan lulusan sanggar tari, melainkan belajar secara mandiri. Ilmu yang ia peroleh dari belajar sendiri kemudian dibagikan kepada anak-anak.

Proses belajar pun dilakukan bersama-sama, dimulai dari anak-anak sekolah dasar sejak tahun 2018, kemudian berkembang hingga tingkat SMP dan SMA.

"Sanggar ini kemudian diberi nama Putri Tanjung. Nama Putri ini karena semua anggotanya perempuan, dan Tanjung diambil dari nama desa kami, Desa Tanjung Batu," ungkapnya.

Sanggar Tari Putri Tanjung fokus pada dua jenis tarian, yaitu tari Jepen, dan tari pedalaman, seperti tari Dayak kreasi.

Saat ini, Sanggar Tari Putri Tanjung memiliki sekitar 15 anggota aktif, sementara total anggota yang terdata mencapai sekitar 20 orang.

Mengenai dukungan dari pemerintah desa juga dirasakan sangat membantu. Sanggar ini sering membawa nama Desa Tanjung Batu dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.

Dan desa memberikan dukungan berupa fasilitas transportasi setiap kali sanggar mengikuti acara di luar daerah. Selain itu, sanggar juga telah menerima bantuan seragam tari untuk Tari Jepen dan Tari Dayak.

Dari segi prestasi, Sanggar Tari Putri Tanjung banyak memperoleh prestasi. Pada tahun 2025, sanggar ini meraih Juara 3 Lomba Tari Tradisional yang diselenggarakan oleh SMK Medika.

Mereka juga tampil dalam acara penutupan HUT RI di Kecamatan Tenggarong Seberang, pada tahun 2026, sanggar ini berhasil meraih Best Kostum dalam ajang Ichivoria.

"Kami ingin budaya Kutai, khususnya Tari Jepen, bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai ke luar pulau. Semoga sanggar ini terus berkembang dan bisa memperkenalkan budaya daerah ke masyarakat yang lebih luas," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top