• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan. (Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jajang Hermawan, menegaskan peran strategis Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan perekonomian Kaltim.

Menurut Jajang, Kukar menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kaltim.

Berdasarkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Kukar menempati peringkat pertama, disusul Kutai Timur, Balikpapan, dan Samarinda.

"“Kukar memberikan kontribusi paling besar bagi perekonomian Kalimantan Timur dibandingkan daerah lainnya," ujar Jajang, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, besarnya kontribusi tersebut tidak terlepas dari potensi sumber daya alam yang dimiliki Kukar.

Sejumlah sektor unggulan, seperti pertambangan batubara, minyak dan gas bumi (migas), serta perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas utama yang menopang perekonomian daerah dan provinsi.

"“Potensi Kukar sangat besar. Komoditas unggulan tersebut merupakan penopang utama ekonomi Kalimantan Timur,"” ujarnya.

Dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, BI Kaltim memiliki sejumlah program strategis, salah satunya Bima Etam.

Program ini dijalankan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jajang mengatakan, BI Kaltim secara aktif melakukan roadshow ke kabupaten dan kota untuk mempertemukan perbankan dengan pelaku UMKM.

Selain itu, BI juga memberikan sosialisasi dan edukasi keuangan, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi SI-EPiK agar pembukuan UMKM lebih tertata.

"“Pembukuan yang baik akan berdampak positif bagi UMKM, terutama dalam meningkatkan akses pembiayaan,"” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Program Kukar Idaman yang memberikan kredit dengan bunga nol persen bagi UMKM melalui subsidi pemerintah daerah.

Program tersebut dinilai sangat membantu pelaku usaha, terlebih tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) masih tergolong rendah.

"Ini menunjukkan bahwa UMKM di Kukar sangat prospektif. Program Kukar Idaman perlu terus dilanjutkan dan diperkuat dengan Bima Etam agar UMKM semakin teredukasi dan memiliki akses keuangan yang lebih baik,"” ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top