• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketum INASOC Kukar periode 2025-2030,Ismail Situjuramo.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Ismail Situjuramo kembali dipercaya memimpin INASOC Kukar untuk periode 2025-2030. Ia terpilih melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Gedung Serba Guna DPRD Kukar, Sabtu (24/1/2026).

Usai kembali terpilih sebagai Ketum INASOC Kukar, ia menyampaikan, pihaknya kini mulai fokus menyusun program kerja, khususnya program jangka pendek dan jangka panjangnya.

Namun untuk saat ini, jangka pendek yang tengah dijalankan, merupakan persiapan untuk menghadapi ajang Kejurnas di DKI Jakarta pada Juli 2026.

"Untuk program terbaru, kami fokus dulu ke jangka pendek. Jangka panjangnya memang belum kami susun secara detail, tapi nantinya akan ada sosialisasi kesekolah untuk memperkenalkan olahraga INASOC ini," ujar Ismail pada Kutairaya.com.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat INASOC Kukar akan adakan training camp (TC) sebagai persiapan untuk menghadapi Kejurnas tersebut. TC direncanakan akan berlangsung selama lima bulan.

"Karena ada Kejurnas di bulan Juli di DKI Jakarta, maka jangka pendeknya kami wajib TC untuk mempersiapkan pertandingan itu," jelasnya.

Mengenai jumlah atlet yang akan diturunkan, pihaknya belum bisa memastikan. Nantinya semua atlet yang akan diberangkatkan harus melalui proses seleksi dulu.

"Kami belum bisa menentukan berapa atlet, karena harus ada seleksi dulu. Setelah seleksi baru kami adakan TC untuk atlet yang akan mewakili Kukar," katanya.

Selain itu, soal anggaran juga masih dalam tahap pembahasan. Ia menyebut, untuk pendanaan bisa berasal dari berbagai sumber, baik dari pemerintah, mandiri, maupun dukungan sponsor.

"Untuk penganggaran juga belum tahu, apakah dari pemerintah, mandiri, atau ada sponsor yang ingin bergabung membantu," sebutnya.

Mengenai seleksi atlet, ia memperkirakan seleksi akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadan. Hal ini mempertimbangkan kondisi atlet yang sebagian besar sudah bekerja sehingga cukup sulit mengatur waktu latihan selama bulan puasa.

"Kemungkinan sebelum bulan puasa. Kalau pas puasa, aktivitas agak terkendala karena atlet juga bekerja. Mungkin setelah puasa baru TC dilanjutkan lagi. Untuk target kami, sebenarnya kami ingin balas dendam. Karena kemarin kami kalah di Lombok waktu Fornas. Jadi ke DKI Jakarta targetnya minimal emas. Bukan maksimal lagi, tapi minimal emas," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top