
Ketum POBSI Kukar 2026-2030, Rinaldi Kafka.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat mengalami penundaan akibat perdebatan Hak Suara.
Muscab lanjutan yang dilaksanakan pada Rabu (21/1/2026) di Gedung Pramuka, Tenggarong. Sekaligus menetapkan Rinaldi Kafka sebagai Ketua Umum POBSI Kukar untuk periode 2026-2030.
Terpilihnya Rinaldi Kafka menandai babak baru bagi perkembangan olahraga Biliar di Kukar. Ia berkomitmen untuk memajukan olahraga Biliar agar mampu bersaing di tingkat nasional dengan membawa nama daerah Kukar.
"Biliar Kukar harus melangkah lebih jauh dan lebih panjang. Kita ingin Kukar dikenal di kancah nasional lewat prestasi atlet-atlet biliarnya," ujar Rinaldi pada Kutairaya.com di Gedung Pramuka, Tenggarong.
Sebagai Ketua Umum, ia mengusung visi besar yang berfokus pada persatuan, pembinaan, serta tata kelola organisasi yang adil dan transparan.
Langkah awal yang akan dilakukan dirinya, yakni untuk merangkul seluruh rumah biliar dan klub biliar yang ada di Kukar tanpa membeda-bedakan.
Menurutnya, kemajuan biliar Kukar tidak akan terjadj jika berjalan sendiri-sendiri.
"Biliar Kukar tidak akan besar jika kita terpecah. Kita hanya akan besar jika bersatu. Dirangkul, bukan dipimpin semata. Disatukan, bukan dibedakan. Dibesarkan bersama, bukan sendiri-sendiri," tegasnya.
Ia juga menyampaikan, semua elemen memiliki tempat yang sama, baik rumah biliar besar maupun kecil, klub lama maupun baru, atlet senior maupun junior. Ia percaya untuk prestasi tidak lahir dari ego, melainkan dari kebersamaan.
Selain kebersamaan, regenerasi atlet menjadi fokusnya selama menjabat. Ia menilai, olahraga yang tidak memikirkan masa depan sejatinya sedang menyiapkan kemundurannya sendiri. Oleh karena itu, POBSI Kukar di bawah kepemimpinannya akan serius mencari dan membina bibit-bibit muda berbakat di Kukar.
"Kita kaya akan anak muda berbakat. Mereka harus dibina, didampingi, dan diberi sistem yang adil agar regenerasi atlet tidak terputus. Bukan hanya satu nama lalu berhenti, tapi berkelanjutan," jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, POBSI Kukar akan menyediakan program-program pelatihan dan try out bagi atlet secara menyeluruh. Seluruh program akan dijalankan dengan skema yang adil, terbuka, dan transparan.
"Program harus terbuka dan jelas. Atlet yang percaya pada sistem akan berlatih lebih keras, dan sistem yang jujur akan melahirkan juara sejati," tutupnya. (*zar)