• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Perbedaan Air Gun dan Air Softgun.(Foto: Dok. Google)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara air gun dan airsoft gun. Kesalahpahaman ini sering terjadi, bahkan sering muncul dalam pemberitaan media, sehingga menimbulkan pandangan negatif terhadap olahraga airsoft gun yang sebenarnya legal dan memiliki aturan ketat.

Ketua INASOC Kukar, Ismail Situjuramo menjelaskan, air gun dan airsoft gun merupakan dua jenis senjata yang sangat berbeda, baik dari segi fungsi, peluru hingga tingkat risikonya.

"Masih banyak masyarakat diluar sana yang belum tau perbedaannya. Bahkan ada beberapa media yang memberitakan kasus penembakan, tapi senjatanya disebut airsoft gun. Setelah kami telusuri, ternyata itu air gun. Hal ini membuat kami sebagai penghobi airsoft gun merasa kecewa dan tersinggung," ujar Ismail pada Kutairaya.com di Tenggarong, Minggu (19/1/2026).

Menurutnya, airsoft gun merupakan senjata olahraga yang proses legalitasnya sangat ketat dan sulit. Setiap pemilik airsoft gun harus melalui prosedur perizinan resmi yang dikeluarkan oleh Polda.

"Untuk melegalitaskan airsoft gun dan klub itu sangat susah. Kami harus mengurus izin ke Polda Kaltim. Klubnya juga harus terdaftar resmi," jelasnya.

Ia memaparkan, airsoft gun yang legal memiliki tanda khusus berupa stiker atau identitas resmi dari Polda. Tanda tersebut dimiliki oleh setiap klub yang telah mendapatkan izin dan legalitas.

Perbedaan paling mencolok antara airsoft gun dan air gun terletak pada jenis peluru. Airsoft gun menggunakan peluru berbentuk bola kecil dari plastik, sementara air gun menggunakan peluru dari timah yang jauh lebih berbahaya.

"Airsoft gun risikonya tidak terlalu tinggi dan tidak menimbulkan luka serius. Berbeda dengan air gun yang bisa sangat berbahaya," tegasnya.

INASOC Kukar juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah, untuk memberikan pemahaman tentang dunia airsoft gun serta perbedaan dengan air gun.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih paham dan tidak salah menilai. Kami benar-benar bersusah payah mengurus legalitas senjata ini, harganya juga mahal. Harapannya, masyarakat dan media bisa lebih teliti agar tidak terjadi salah paham," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top