• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua INASOC Kukar Ismail Situjuramo (kanan).(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Perkembangan Indonesia Airsoft Society (INASOC) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua INASOC Kukar, Ismail Situjuramo.

Ia mengatakan, aktivitas organisasi dan klub-klub dibawah naungannya masih berjalan aktif hingga saat ini.

"Alhamdulillah, untuk perkembangan INASOC di Kukar terbilang baik. Karena sesama klub masih aktif, baik dari latihan, organisasi, maupun kegiatan klubnya," ujar Ismail pada Kutairaya.com, di Tenggarong, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, INASOC awalnya terbentuk karena hobi menembak menggunakan airsoft gun. Namun, seiring berkembangnya minat dan jumlah peminat, hobi tersebut kemudian dilegalkan dalam bentuk klub agar bisa berorganisasi dengan baik dan terarah.

"Awalnya hanya hobi. Tapi karena hobi itu berkembang, maka perlu legalitas. Dari situlah terbentuk klub, lalu klub-klub ini saling berkolaborasi," jelasnya.

Saat ini, INASOC Kukar menaungi empat klub aktif, yaitu KSF, Handil, RSD dan Batas. Klub KSF dan RSD berasal dari wilayah Kukar dan Tenggarong, Dari keempat klub tersebut, KSF menjadi klub dengan jumlah anggota terbanyak.

INASOC Kukar dinilai cukup aktif, baik dalam latihan maupun kegiatan organisasi. Meski saat ini tengah memasuki masa transisi kepengurusan, seluruh program kegiatan tetap berjalan dengan baik.

Ia menerangkan, airsoft gun merupakan olahraga yang berawal dari hobi, tapi kini telah memiliki kategori perlombaan resmi di tingkat nasional. Beberapa kategori yang diperlombakan seperti PJD 4 lawan 4 battle, CTS (Combat Target Shooting), serta kategori sniper.

"INASOC ini bukan sekadar main-main. Sudah ada kategori perlombaan nasional yang jelas dan terstruktur," katanya.

Untuk kegiatan latihan, karena airsoft termasuk olahraga ekstrem dan memiliki risiko tinggi, maka lokasi latihan tidak bisa dilakukan sembarangan. Saat ini, latihan difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar dengan meminjamkan gedung Velodrome.

"Karena ini olahraga yang berbahaya, tidak boleh sembarang orang menonton. Peluru bisa berbahaya jika mengenai mata. Makanya kami diakomodir oleh Dispora," sebutnya.

Selain itu, ia mengaku, terus mendapatkan dukungan dari Dispora dan KORMI, baik dalam hal fasilitas maupun koordinasi kegiatan.

"Tahun 2026 ada perlombaan daerah dan nasional. Itu jadi persiapan menuju 2027, yang merupakan ajang besar KORMI melalui FORNAS," imbuhnya.

Tapi, hal serupa dengan Inorga lain, INASOC Kukar hari mengalami kendala terutama pendanaan dan keanggotaan. Keterbatasan anggaran akibat efisiensi pemerintah menjadi kendala.

"Kami sekarang lebih selektif dalam menerima anggota, yang benar-benar niat. Kalau kebanyakan juga berbahaya karena tidak semua bisa kami cover," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top