• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penjual ayam pedaging di Tenggarong.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harga penjualan ayam pedaging di Kecamatan Tenggarong mencapai Rp 42 ribu per kilogram.

Harga ayam itu mengalami kenaikan dari harga sebelumnya, yaitu Rp 35 ribu.

Kenaikan ini dipicu karena harga pakan ayam terus mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang ayam, Santosa mengatakan, kenaikan harga ini dirasakan sejak sepekan terakhir.

Harga penjualan ayam pedaging atau potong ini tak bisa stabil, terkadang naik dan terkadang juga turun.

"Harga naik dan turun ini karena harga pengambilan dari kandang juga berubah-ubah, terkadang kalau di kandang mengalami banyak kematian, harga bisa naik," kata Santosa kepada Kutairaya, Sabtu (17/1/2026).

Ia meminta konsumen agar dapat memaklumi situasi dan kondisi penjualan ayam pedaging.

Kenaikan harga ini, bukan karena keinginan pedagang.

"Kenaikan ini biasanya tak berlangsung lama, nanti pasti kembali normal lagi," ujarnya.

Sementara itu seorang pembeli ayam pedaging, Sunarsih mengatakan, harga ayam naik atau turun tetap dibelinya.

Karena ayam itu akan dijual kembali dengan kondisi matang.

"Setiap hari kebutuhan ayam pedaging bisa mencapai 5 kilogram. Kami memahami pedagang jika harga ayam mengalami kenaikan," tutur Sunarsih.

Menanggapi ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, kenaikan harga ayam ini sering terjadi.

Ini masih dalam batasan wajar, karena kenaikannya tak signifikan.

"Kenaikan harga bahan pokok penting biasanya terjadi karena adanya permintaan yang tinggi di pasar dan lainnya," kata Sayid.

Namun, ia terus mengimbau kepada seluruh pedagang agar tetap menjual barang dagangannya dengan harga yang tak terlalu menekan masyarakat. (Ary)



Pasang Iklan
Top