• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Keinginan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk memiliki Fakultas Kedokteran sendiri hingga kini belum dapat terwujud.

Kendala utama bukan terletak pada kesiapan daerah, melainkan pada regulasi nasional yang belum membuka ruang pendirian fakultas kedokteran berbasis rumah sakit daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan dari sisi infrastruktur dan layanan kesehatan, Kukar telah memiliki modal kuat.

RSUD AM Parikesit Tenggarong dinilai layak menjadi rumah sakit pendidikan, baik dari segi fasilitas, tenaga medis, maupun kapasitas layanan.

"Kalau bicara kesiapan, Kukar sudah siap. RSUD AM Parikesit sudah memenuhi kriteria sebagai rumah sakit pendidikan. Tapi kebijakan saat ini mengharuskan Fakultas Kedokteran berada di bawah universitas," kata Aulia, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, kebijakan university based tersebut membuat daerah tidak bisa bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan dokter secara mandiri.

Padahal, Kukar membutuhkan ketersediaan tenaga medis berkelanjutan untuk memperkuat layanan kesehatan hingga ke wilayah pedalaman.

Ia menjelaskan, satu-satunya perguruan tinggi di Kukar yang memiliki kewenangan membuka Fakultas Kedokteran adalah Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Namun keterbatasan sumber daya akademik dan administratif membuat rencana tersebut belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

"Secara regulasi harus universitas. Sementara Unikarta saat ini belum memungkinkan membuka Fakultas Kedokteran,"ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab Kukar tetap memaksimalkan peran RSUD AM Parikesit sebagai rumah sakit pendidikan.

Saat ini rumah sakit tersebut telah digunakan sebagai wahana pendidikan klinik bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan dari Universitas Mulawarman (Unmul) serta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

"Rumah sakit kita aktif mendukung pendidikan kedokteran, meski fakultasnya belum berada di Kukar," ucap Aulia.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah mengantisipasi peluang ke depan dengan memasukkan klausul prioritas dalam kerja sama tersebut.

Jika kelak ada perguruan tinggi di Kukar yang membuka Fakultas Kedokteran, maka RSUD AM Parikesit akan difokuskan sepenuhnya untuk mendukung universitas lokal.

Sementara itu, Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti, menyatakan pihaknya siap beradaptasi dengan kebijakan yang ada dan mendukung penuh visi daerah dalam membangun kemandirian layanan kesehatan.

"Kami siap menjadi rumah sakit pendidikan bagi universitas lokal jika kebijakan sudah memungkinkan. Dari sisi pelayanan dan SDM, kami terus berbenah," ujarnya. (dri)



Pasang Iklan
Top