• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Objek Wisata Danau Biru, Desa Panca Jaya.(Dok. Bumdes Eka Dasa Abadi)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemanfaatan Danau Biru di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Eka Dasa Abadi, potensi wisata Danau Biru kini mulai berkembang dan menjadi magnet kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Direktur BUMDes Eka Dasa Abadi Desa Panca Jaya, Muhammad Jauhari, mengatakan, pengembangan Danau Biru berawal dari potensi wisata alam yang dimiliki desa dan kemudian dimasukkan ke dalam unit usaha ekowisata BUMDes atas mandat pemerintah desa.

"Ini tanahnya sudah menjadi aset desa dan dikelola oleh BUMDes. Sekitar dua bulan terakhir kami mulai progres pengelolaannya sambil menunggu pencairan anggaran untuk pengembangan lanjutan," ujar Jauhari saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (12/1/2025).

Saat ini, fasilitas yang tersedia masih bersifat sederhana, seperti toilet umum dan area pendukung wisata.

Namun, BUMDes juga telah menyediakan sejumlah wahana, di antaranya penyewaan perahu karet serta paket foto udara menggunakan drone yang dikelola bersama pihak ketiga.

"Karena pengembangan wisata membutuhkan biaya besar, kami juga menggandeng pihak ketiga. Untuk tiket masuk belum ada, sementara ini hanya dikenakan biaya parkir, roda dua Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000," tuturnya.

Sejak dibuka, Danau Biru mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Jauhari mengemukakan, jumlah pengunjung pada hari libur bisa mendekati seribu orang, sementara hari biasa berkisar antara 400 hingga 600 pengunjung per hari.

Pengunjung tidak hanya berasal dari Kutai Kartanegara, tetapi juga dari Balikpapan, Bontang, Kutai Barat, dan daerah sekitar lainnya.

"Perputaran ekonomi di sini cukup terasa. Hari biasa bisa mencapai sekitar Rp 30 juta per hari, dan hari Minggu bisa sampai Rp 50 juta. UMKM warga juga sangat terbantu, dagangan mereka laris," ucapnya.

Menurut Jauhari, tujuan utama pengelolaan wisata ini bukan semata mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial melalui pemberdayaan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja.

Ke depan, BUMDes menargetkan peningkatan fasilitas wisata agar dapat memberikan keuntungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Muara Kaman, Berliang, mengatakan, Danau Biru sejatinya merupakan bekas area tambang yang sudah lama dimanfaatkan warga sekitar.

Keunikan warna air yang biru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

"Airnya berwarna biru karena kandungan pasir di dalamnya, berbeda dengan danau lain. Awalnya ini hanya tempat anak-anak mandi, tapi sekarang berkembang jadi wisata," kata Berliang.

Ia mengakui lonjakan pengunjung terjadi cukup cepat, meskipun dari sisi kesiapan fasilitas masih terus dibenahi.

Karena tingginya antusiasme masyarakat, pengelolaan kemudian diserahkan secara penuh kepada BUMDes.

"Kita tidak bisa menahan pengunjung yang datang. Maka kami minta BUMDes untuk mengelola dengan baik dan tetap memperhatikan faktor keselamatan," ujarnya.

Pemerintah kecamatan bersama desa juga melakukan pengawasan, termasuk menyiagakan petugas keamanan, menyediakan pelampung, serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar danau.

Akses jalan menuju lokasi saat ini sudah dapat dilalui kendaraan, meskipun masih terkendala kondisi jalan licin saat hujan.

"Dengan berkembangnya wisata Danau Biru, kami berharap sektor pariwisata ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat Desa Panca Jaya," tuturnya. (dri)



Pasang Iklan
Top