
Prosesi Mediasi di tempat warga yang terdampak.(Foto: Dok. Polsek Loa Kulu)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Telah terjadi Laka Air yang terjadi di Sungai Mahakam, tepatnya di RT 012 Dusun Berhala, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar. Dimana sebuah Kapal Tongkak harus menghantam salah satu fasilitas warga, dan warga tersebut harus mengalami dampaknya atas kejadian tersebut.
Untuk itu Polsek Loa Kulu telah memfasilitasi mediasi terkait peristiwa tersebut.
Kecelakaan tersebut melibatkan Kapal Tongkang RMN 381 bermuatan batubara yang ditarik Kapal Tug Boat TB KSA 52 milik PT Kartika Samudra Adijaya (PT KSA), yang menabrak rumah serta keramba milik warga.
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menjelaskan, peristiwa tersebut dikategorikan sebagai laka air atau musibah. Untungnya tidak ada korban jiwa.
"Sejak awal kejadian, penanganan sudah dilakukan oleh Polairud Polres Kukar bersama Polsek Loa Kulu," ujar AKP Hari Supranoto, Selasa (6/1/2026).
Mediasi ini dilakukan pada Senin 5 Januari 2026 di salah satu rumah korban. Lebih lanjut, ia menyampaikan, pihak Polairud telah melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan awak kapal.
Sementara Polsek Loa Kulu melakukan pendataan awal terhadap rumah dan keramba warga yang terdampak. Setelah mediasi, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan secara langsung.
Dalam mediasi tersebut, pihak PT Kartika Samudra Adijaya menyatakan siap dan itikad baik untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami warga.
"Perusahaan akan melakukan pendataan dan survei lanjutan terhadap keramba dan rumah warga yang terdampak," ucapnya.
Pemilik keramba, Ramli, menyampaikan, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari sehingga kondisi cukup sulit dilihat. Ia berharap, adanya kejelasan dan ganti rugi, terutama terkait keramba, pakan, dan bibit ikan yang mengalami kerusakan atau hanyut.
Disiisi lain, Kanit Gakkum Polair Polres Kutai Kartanegara, Iptu Agus Fahrur Rozi, S.H., M.H., menjelaskan, untuk kapal saat ini tidak diizinkan untuk bergerak sampai seluruh proses penanganan dan penyelesaian selesai.
"Dari hasil mediasi disepakati bahwa kejadian ini merupakan musibah laka air tanpa korban jiwa," tutupnya. (*zar)