
Peristiwa banjir di Santan Ilir.(Foto: Dok. Pemdes Santan Ilir)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah rumah warga di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih terendam banjir.
Banjir terjadi sejak 28 Desember 2025, dengan ketinggian sekitar 1,5 meter.
Banjir ini disebabkan oleh meluapnya aliran sungai dan pesisir pantai, serta dipengaruhi faktor cuaca yang buruk.
Kepala Desa Santan Ilir, Murtsalin mengatakan, ada sekitar 100 rumah, terdiri dari 9 RT yang terdampak dari banjir ini.
Saat ini kondisi banjir sudah mengalami penurunan sekitar 50 cm.
"Di tengah banjir sebagian warga ada yang mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ada juga lebih memilih bertahan di rumahnya," kata Murtsalin kepada Kutairaya, Sabtu (3/1/2026).
Pemerintah desa telah membantu warganya untuk melakukan evakuasi barang berharga milik warga ke tempat yang lebih aman.
Ia menduga banjir juga dipengaruhi saluran Sungai Santan yang tidak lancar, karena di sana telah banyak permukiman masyarakat.
Sehingga masyarakat diminta agar dapat memperhatikan lingkungan sekitar, terutama terkait kebersihan atau sampah jangan dibuang ke sungai.
"Selain hujan siang dan malam, tersumbatnya saluran sungai oleh sampah menjadi penyebab banjir. Sehingga kita perlu menjaga lingkungan ini," ucapnya.
Koordinator lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengemukakan, adanya laporan banjir di wilayah Santan Ilir.
Tapi hal itu bisa ditangani pemerintah desa setempat, sehingga BPBD Kukar tak perlu turun tangan.
"Kami berharap peristiwa banjir ini segera berlalu. Sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya dengan lancar seperti biasanya," kata Eko. (Ary)