Taman Cemara Pantai Biru Kersik.(Pantai Biru Kersik)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Biru Kersik, Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami peningkatan selama libur Tahun Baru 2026.
Hal ini disampaikan langsung Kepala Desa Kersik, Jumadi, Sabtu (3/1/2026).
Jumadi mengatakan, meskipun kondisi cuaca kerap diguyur hujan, jumlah pengunjung tahun ini tetap mengalami kenaikan dibandingkan libur Tahun Baru 2025 lalu.
Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 1 Januari 2026.
"Alhamdulillah ada kenaikan pengunjung. Puncaknya itu di tanggal satu, jumlahnya ribuan, bahkan lebih. Sampai-sampai area parkir penuh," ucap Jumadi.
Ia mengatakan, setelah hari puncak tersebut jumlah kunjungan mulai menurun seiring dengan intensitas hujan yang cukup tinggi di kawasan tersebut.
Namun secara keseluruhan, tren kunjungan dinilai cukup positif.
Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, Pemerintah Desa Kersik bersama pengelola terus melakukan pengembangan fasilitas.
Salah satunya dengan menghadirkan area camping baru bernama Taman Cemara yang kini mulai diminati pengunjung.
"Tahun ini kami sudah menyediakan fasilitas camping di Taman Cemara. Di sana sudah ada gazebo, toilet dengan air gratis, serta area khusus untuk berkemah. Musala juga sedang dalam tahap pembangunan," katanya.
Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan spot swafoto yang dapat diakses secara umum oleh seluruh pengunjung.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah daya tarik Pantai Biru Kersik dengan nuansa wisata yang berbeda.
Terkait biaya masuk, Jumadi menjelaskan, saat ini sistem retribusi masih dihitung berdasarkan kendaraan, bukan per orang.
Kendaraan roda dua dikenakan tarif sekitar Rp 10.000–Rp 15.000, sementara mobil sekitar Rp 20.000–Rp 30.000.
Adapun bagi wisatawan yang ingin berkemah, dikenakan biaya tambahan sesuai fasilitas yang digunakan, termasuk air dan listrik.
"Untuk camping memang ada biaya tambahan, tapi sebanding dengan fasilitas yang disediakan. Sebenarnya ada juga area gratis, namun fasilitasnya tentu terbatas," ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengunjung Pantai Biru Kersik berasal dari luar Kabupaten Kukar, seperti Bontang dan Samarinda, meskipun ada juga wisatawan dari wilayah sekitar, seperti Sangatta dan Muara Badak.
"Pengunjung senang kalau ada hal-hal baru. Karena itu kami berupaya setiap tahun ada pengembangan. Kalau tidak ada perubahan, biasanya wisatawan akan beralih ke tempat lain," katanya.
Menurut Jumadi, peningkatan kunjungan wisatawan juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Kendati demikian, pengelolaan retribusi untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) masih belum maksimal karena belum ditunjang regulasi desa dan sistem pengelolaan yang profesional.
"Ke depan kami berharap pengelolaan bisa lebih tertata, termasuk penyediaan tenant khusus bagi pelaku UMKM agar mereka bisa berjualan dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah desa," ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di Kukar, termasuk di Pantai Biru Kersik.
Ia menilai, semakin tingginya kunjungan wisatawan akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata dan mendorong pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Kukar. (dri)