• Selasa, 12 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Hockey Kukar yang tengah melakukan latihan di Depan Gedung PBSI Kukar.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi persoalan serius bagi beberapa cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hingga saat ini, terdapat beberapa cabor yang belum memiliki lapangan latihan yang memadai untuk melakukan pembinaan atlet, salah satunya Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kukar.

Sekretaris Perbasasi Kukar, Rakhjib Martapianur, mengungkapkan, sejak pertama kali berdiri pada tahun 1990an, Perbasasi Kukar belum memiliki lapangan sendiri. Kondisi tersebut membuat latihan atau pembinaan atlet harus dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas seadanya.

"Kalau lapangan, sampai sekarang kami belum punya. Dari awal berdiri tahun 90 an memang belum ada lapangan," ujar Rakhjib pada Kutairaya.com di Tenggarong, Jumat (26/12/2025).

Selama ini, para atlet Perbasasi Kukar berlatih di area parkir Stadion Rondong Demang. Selain itu, mereka juga menggunakan gedung anggar yang belum jadi, yang berada di samping lapangan panahan Rondong Demang.

Menurutnya, kondisi seperti ini jelas berdampak pada proses pembinaan atlet. Lapangan yang tidak representatif membuat pengembangan dan peningkatan atlet menjadi kurang maksimal.

"Pasti berdampak. Pembinaan itu sangat butuh lapangan. Atlet juga akan lebih semangat kalau kita punya lapangan sendiri," ucapnya.

Ia menambahkan, Perbasasi Kukar sebenarnya terus berupaya memperjuangkan kebutuhan tersebut. Proposal dan permohonan kepada pemerintah daerah telah diajukan, dengan harapan ke depan Perbasasi Kukar dapat memiliki lapangan yang layak, seperti daerah lain di Kaltim, misalnya Kutai Timur dan Bontang yang sudah memiliki lapangan yang memadai.

Tak hanya Perbasasi, hal yang sama harus dialami oleh cabor Hockey Kukar. Ketua Hockey Kukar, Dedy Hartono mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki lapangan hoki yang representatif.

"Kami memang tidak punya lapangan hoki yang sesuai standar. Selama ini hanya memanfaatkan lahan kosong untuk latihan dasar, terutama latihan kaki," imbuhnya.

Hal yang sama, sejak awal berdiri hingga sekarang, Hockey Kukar belum pernah memiliki lapangan yang benar-benar memadai. Padahal, lapangan menjadi bagian penting untuk mematangkan strategi tim.

"Sangat berdampak. Untuk memantapkan tim dan menjalankan pola latihan, itu perlu lapangan yang representatif," tegasnya.

Walaupun begitu, ia menerangkan, dengan keterbatasan fasilitas tidak seluruhnya dapat mematahkan semangat para atlet. Bahkan, dengan kondisi saat ini, beberapa atlet Hockey Kukar telah berhasil menembus Timnas Indonesia.

"Walaupun dengan keterbatasan, alhamdulillah ada atlet kita yang bisa masuk timnas. Artinya semangat mereka tetap ada," katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan proposal pembangunan lapangan kepada Dispora maupun pemerintah daerah. Namun hingga kini, belum terealisasikan, menurutnya sendiri hambatan ini kemungkinan karena keterbatasan anggaran.

"Pengajuan pasti sudah pernah kami lakukan. Kendalanya mungkin di penganggaran, tapi detailnya kami juga kurang tahu," sebutnya.

Saat ini, atley Hockey Kukar sudah mencapai sekitar 300 atlet yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tenggarong dan Muara Badak. Untuk Tenggarong, latihan biasanya dilakukan di area depan PBSI Kukar.

Ia berharap, dengan Pemda dapat memberikan perhatian terhadap fasilitas olahraga, baik lapangan outdoor maupun indoor, demi mendukung prestasi atlet Kukar kedepannya.

"Harapan kami pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan prestasi atlet-atlet dengan memfasilitasi lapangan yang layak," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Dispora Kukar, Dery Wardhana, membenarkan dengan kondisi ini, masih ada beberapa cabor yang belum memiliki lapangan latihan memadai.

"Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan inventarisasi cabor yang ada di Kukar. Tim kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi real," ujarnya.

Menurutnya, Dispora Kukar bersama KONI terus berupaya mencarikan solusi terbaik di tengah keterbatasan anggaran saat ini. Beberapa fasilitas milik pemerintah daerah pun telah dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas latihan cabor.

"Untuk sementara, Perbasasi Kukar kami pinjamkan lapangan minisoccer dan Lapangan Sepak Bola Aji Imbut di Tenggarong Seberang. Ada juga rencana pemanfaatan eks gudang logistik KPU di sekitar Stadion Aji Imbut jika sudah dikosongkan," jelasnya.

Ia menegaskan, meskipun kondisi fasilitas yang minim, Pemda tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan dan berharap para pengurus cabor tetap aktif menjalin komunikkasi.

"Kami berharap pembinaan atlet tetap berjalan karena ini menyangkut keberlanjutan prestasi. Sarana dan prasarana memang sangat menunjang, tapi dengan kondisi yang ada, latihan harus tetap berjalan," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top