Bantuan Program CSR PT Pertamina EP Sangasanga FIELD.(Dok.PT Pertamina)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Salah satunya melalui kehadiran Rumah Bahagia yang dibangun PT Pertamina EP Field Sangasanga sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.
Community Development Officer PT Pertamina EP Field Sangasanga, Sarah Dhea mengungkapkan rasa bangganya atas sambutan positif dari pemerintah daerah dan masyarakat terhadap program tersebut.
Menurutnya, Rumah Bahagia sejalan dengan visi Kukar Idaman, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
"Kami dari Pertamina EP sangat senang karena program ini disambut dengan baik. Tujuan dari Rumah Bahagia ini adalah mewujudkan balita yang sehat, giat, dan cerdas, yang juga merupakan bagian dari visi misi Kukar Idaman," ujarnya.
Meskipun konsepnya menyerupai daycare atau tempat penitipan anak, Sarah menegaskan fokus utama Rumah Bahagia adalah penanganan stunting.
Anak-anak yang masuk dalam kategori stunting, seperti berat badan tidak naik, berat badan turun, hingga gizi kurang, mendapatkan pendampingan dan pengasuhan secara khusus.
"Anak-anak stunting ini diasuh di Rumah Bahagia maksimal selama 56 hari, dengan pengkategorian dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing," tuturnya.
Program ini dijalankan melalui inovasi Dinas Kesehatan yang selaras dengan kebijakan Pemkab Kukar.
Hasilnyapun mulai terlihat. Dari total 56 anak yang mendapatkan pendampingan, sebanyak 40 anak tercatat mengalami kenaikan berat badan.
"Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Anak-anak yang terpantau menunjukkan perkembangan yang baik, dan ini menjadi bukti bahwa program ini berjalan efektif," ucap Sarah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kukar yang telah meresmikan Rumah Bahagia, serta dukungan dari Sekretaris Daerah Kukar yang sebelumnya juga telah meninjau dan meresmikan secara simbolis.
Pembangunan Rumah Bahagia sendiri telah dimulai sejak Agustus hingga September.
Sementara masa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan mulai Oktober, dengan tahapan pendampingan selama 14 hari, 28 hari, hingga maksimal 56 hari.
"Untuk masa PMT memang sudah selesai, dan hasilnya cukup menggembirakan. Namun ke depannya, Rumah Bahagia ini tetap kami aktifkan sebagai perpustakaan anak, lengkap dengan pojok belajar dan taman bermain," katanya.
Selain itu, fasilitas ini juga terbuka bagi masyarakat, termasuk ibu-ibu yang ingin menitipkan anaknya saat beraktivitas, tanpa batasan tertentu.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi langkah PT Pertamina EP Field Sangasanga yang dinilai turut berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kukar.
"Program Rumah Bahagia ini sangat positif dan sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi mewujudkan generasi Kukar yang sehat dan berkualitas,"ucap Aulia. (dri)