Kondisi jalan Danau Murung.(Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sejumlah warga maupun pedagang di Jalan Danau Murung, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan akses jalan berlumpur dan berdebu usai pembangunan drainase.
Salah seorang warga Tenggarong, Ahmad Nur mengatakan, pembangunan drainase ini dimulai sekitar pertengahan dan rampung sekitar November 2025.
Pembangunan drainase itu disambut baik oleh masyarakat.
"Kami sangat menyambut baik terhadap pembangunan drainase. Ini bagian dari upaya penanganan banjir di Tenggarong," kata Ahmad Nur kepada Kutairaya, Jum
Namun usai pembangunan drainase tersebut memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Dampak yang dirasakan ketika kondisi cuaca hujan mengakibatkan akses jalan tersebut berlapis tanah.
Sehingga jalan itu menjadi licin dan membahayakan bagi pengguna jalan.
Sedangkan ketika cuaca panas, kondisi jalan berdebu dan mengakibatkan pandangan tidak fokus.
"Kami berharap, akses jalan ini segera diperbaiki oleh pemerintah daerah. Sehingga pengguna jalan maupun warga sekitar bisa lebih aman dan nyaman," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Muhammad Yopi, seorang pedagang.
Ia mengatakan, kondisi jalan seperti ini juga mempengaruhi daya beli.
Pasalnya, konsumen yang ingin membeli suatu produk, tapi melihat kondisi jalan licin atau berdebu sehingga menjadi malas untuk berbelanja.
"Jika jalan ini diperbaiki pastinya makin lebar dan nyaman. Sehingga juga tak membahayakan pengguna jalan," kata Yopi.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Linda Juniarti menjelaskan, perbaikan atau pelebaran jalan khususnya di Kecamatan Tenggarong pada 2026 mendatang ada beberapa ruas jalan, di antaranya Jalan Muso Bin Salim dan lainnya.
"Pelebaran ini bagian dari mempermudah akses masyarakat dan mengurangi tingkat kemacetan. Dalam pelebaran jalan, juga melihat dan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah," kata Linda. (ary)