
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani. Rabu (17/12/2025). (Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda memastikan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga bahan pokok menyusul kenaikan harga bawang dan cabai di sejumlah pasar tradisional. Kenaikan tersebut bahkan tercatat mendekati Rp100 ribu per kilogram pada Rabu (17/12/2025).
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan, pemantauan harga dilakukan setiap hari melalui petugas surveior diseluruh pasar serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dari hasil pemantauan, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas bawang dan cabai menjadi dominasi bahan dapur yang mengalami kenaikan.
“Memang benar, harga bawang dan cabai mengalami kenaikan, bahkan mendekati Rp 100 ribu per kilogram,” ujar Nurrahmani.
Sebagai langkah antisipasi, Disdag Samarinda berinisiatif untuk menjual bawang dan cabai pada kegiatan Car Free Day (CFD) dengan menggunakan harga sesuai distributor.
“Kalau kami mendapatkan harga Rp 50.000, maka kami jual ke masyarakat dengan harga segitu juga. Tidak ada keuntungan yang diambil,” jelasnya.
Ia menyebutkan, mekanisme tersebut berbeda dengan operasi pasar yang memungkinkan penurunan harga. Saat ini, pihaknya masih menilai kondisi harga relatif wajar. Namun, pemantauan dan evaluasi lanjutan akan kembali dilakukan pada tanggal 21 Desember 2025 mendatang.
“Kalau nanti kondisinya sangat luar biasa dan stok mencukupi, maka operasi pasar bisa dilakukan,” tegasnya.
Terkait ketersediaan bahan pokok, Disdag Samarinda memastikan stok masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai adanya permintaan dari daerah lain. Beberapa daerah penghasil diketahui mengalami kendala produksi akibat faktor cuaca.
“Ada daerah penghasil yang terganggu, termasuk Makassar yang saat ini harus memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga suplai ke daerah lain berkurang,” ungkap Nurrahmani.
Ia menambahkan, secara umum kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya tidak signifikan seperti saat Lebaran. Namun kondisi saat ini dipengaruhi oleh kesulitan di sejumlah daerah penghasil.
Sementara itu, untuk ketersediaan LPG dan BBM, Nurahmani memastikan, stok masih dalam kondisi aman dan normal. Terkait penambahan pasokan LPG menjelang Natal dan Tahun Baru, hal tersebut menjadi kewenangan sektor migas.
“Pemerintah kota fokus pada pengawasan kartu kendali LPG agar distribusinya tepat sasaran dan tidak mengurangi hak masyarakat,” katanya.
Disdag Samarinda juga membuka ruang pengaduan jika ditemukan penumpukan atau penyimpangan distribusi LPG. Hingga saat ini, belum ada laporan yang masuk dan kondisi masih terkendali.
“Kami tetap mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram tidak bisa disimpan terlalu lama karena bisa menguap. Potensi penyimpangan yang terjadi ke depan tetap akan kami awasi," tutupnya. (*Abi)